Sponsors Link

3 Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial Dalam Aspeknya

Sponsors Link

Salah satu contoh tindakan sebagai makhluk sosial adalah manusia hidup bersama dalam sebuah masyarakat, hal ini didorong dengan sifat dasar manusia yang tidak dapat hidup sendiri dan saling bergantung satu sama lain. Di dalam kehidupan masyarakat, biasanya juga terdiri dari berbagai macam perbedaan-perbedaan sosial, seperti ras, kebudayaan, adat istiadat, suku, dan lain sebagainya. Dimana perbedaan-perbedaan tersebut di dalam ilmu sosial di sebut sebagai diferensiasi sosial atau perbedaan sosial. Terlihat atau tidak, namun pasti akan ada diferensiasi sosial di dalam setiap lingkungan masyarakat, termasuk yang membedakan satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Lalu apa saja ciri-ciri diferensiasi sosial? Sebelum kita bahas mengenai ciri-ciri diferensiasi sosial, berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai pengertian diferensiasi sosial itu sendiri.

ads

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial berasal dari bahasa inggris “different” yang memiliki arti berbeda, dan “socius” yang berarti suatu kelompok atau masyarakat. Jadi persatuan kedua kata tersebut membentuk suatu istilah diferensiasi sosial yang memiliki arti secara definitif sebagai suatu pembedaan masyarakat kedalam kelompok-kelompok tertentu secara horizontal, artinya tanpa adanya tingkatan-tingkatan didalamnya sehingga masih memiliki derajat atau tingkat yang sama. Pada dasarnya pembedaan masyarakat tersebut didasarkan pada adanya suatu perbedaan ras, suku, agama, pekerjaan, jenis kelamin, dan lain sebagainya dalam sifat yang sama rata dan tidak menimbulkan suatu tingkatan sosial. Sebagai contoh seperti pengelompokan yang didasarkan pada agama, yang mana dimanapun pengelompokan antar satu agama dengan agama yang lainnya akan memiliki derajat dan kedudukan yang sama. Yang juga berarti tidak ada agama yang lebih baik, lebih tinggi, atau lebih rendah dari agama yang lainnya, semua agama adalah sama baik.

Soerjono Soekanto juga memberikan pendapatnya mengenai diferensiasi sosial, dimana diferensiasi sosial di anggap sebagai suatu bentuk dari variasi pekerjaan, pertise, serta kekuasaan kelompok di dalam suatu lingkungan masyarakat. Dimana juga berarti bahwa, diferensiasi sosial dapat menunjukkan suatu keanekaragaman yang dimiliki oleh suatu bangsa atau negara. Diferensiasi tersebut juga dikaitkan dengan adanya suatu interaksi didalam masyarakat, dan juga sebagai suatu akibat dari proses hubungan dan interaksi sosial lainnya yang tidak menimbulkan tingkatan-tingkatan di dalamnya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, diferensiasi sosial merupakan suatu penggolongan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok tertentu yang didasarkan atas unsur kesamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh para anggota masyarakat itu sendiri. Diferensiasi sosial juga memiliki sifat yang sama rata dan tidak menyebabkan tingkatan atau kelas-kelas sosial. Artinya tidak ada satu kelompok yang dianggap lebih baik atau lebih tinggi dan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang lainnya yang ada di dalam lingkungan masyarakat tersebut. Tujuan dari diferensiasi sosial sendiri adalah untuk menunjukkan bahwa ada keragaman atau keanekaragaman di dalam suatu lingkungan masyarakat di suatu wilayah tertentu, yang nantinya dapat membedakan antara satu lingkungan masyarakat dengan lingkungan masyarakat yang lainnya.

Ciri-Ciri Stratifikasi Sosial

Selain diferensiasi sosial, ada pula istilah lain dalam hal pengelompokan masyarakat yang tidak asing lagi di dunia ilmu sosial, yaitu stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Salah satu perbedaan diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial adalah sifat pengelompokan, dimana diferensiasi sosial lebih bersifat horizontal atau sama rata tanpa adanya tingkatan didalamnya, namun stratifikasi sosial memiliki sifat vertikal dimana menimbulkan suatu tingkatan-tingkatan atau kelas-kelas sosial di dalam kehidupan masyarakat. Namun walaupun berbeda, pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial dapat sama-sama dirasakan di berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pada aspek kebutuhan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari pengertian nya maka salah satu ciri utama dari diferensiasi sosial adalah sifatnya yang vertikal atau tidak menimbulkan adanya kelas atau tingkatan-tingkatan sosial di masyarakat. Lalu apa saja ciri-ciri lain yang juga penting menunjukkan suatu diferensiasi sosial di dalam masyarakat? Terdapat tiga ciri-ciri utama diferensiasi sosial yang didasarkan pada aspek fisik, sosial, dan budaya. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

  1. Ciri-Ciri Fisik
Sponsors Link

Ciri-ciri fisik dari diferensiasi sosial berhubungan dengan sifat-sifat kasat mata atau merujuk kepada suatu identitas seseorang yang benar-benar terlihat. Dimana ciri-ciri fisik telah didapatkan sejak lahir dan lebih mengarah pada sesuatu yang tidak dapat berubah karena akan menjadi suatu ciri khas bagi seseorang dalam menjalani kehidupannya di masyarakat. Ciri-ciri fisik yang paling mudah dilihat adalah dari adanya perbedaan ras, yang juga memberikan berbagai macam ciri-ciri khas bagi seseorang. Sebagai contoh ciri-ciri fisik adalah perbedaan warna rambut, warna kulit, bentuk dan warna mata, postur tubuh, dan lain sebagainya yang dapat biasanya dapat dilihat dari luar penampilan seseorang.

Pengelompokan individu berdasarkan pada ciri-ciri fisik yang dimiliki tidak akan menyebabkan timbulnya suatu tingkatan-tingkatan sosial di masyarakat, karena bentuk-bentuk fisik tersebut juga memiliki sifat vertikal atau sama rata. Artinya tidak ada seseorang yang memiliki ciri-ciri penampilan tubuh atau ciri-ciri fisik yang lebih baik dibanding dengan ciri-ciri fisik yang dimiliki oleh masyarakat lainnya yang berbeda, jadi tidak ada kelompok yang lebih baik atau lebih tinggi tingkatnya dibanding dengan kelompok yang lain hanya karena penampilan fisik yang dimiliki. Sebagai contoh adalah kelompok atau orang yang memiliki kulit putih dengan kelompok atau orang yang memiliki kulit hitam dalam diferensiasi sosial memiliki kedudukan yang sama dalam satu lingkungan masyarakat.

  1. Ciri-Ciri Sosial

Ciri-ciri diferensiasi yang kedua adalah ciri-ciri sosial dimana mengarah atau berhubungan dengan fungsi setiap individu atau fungsi warga masyarakat dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat. Dimana setiap warga masyarakat atau setiap individu di masyarakat memiliki peran, tugas, serta tanggung jawab sosial yang berbeda-beda dalam menjalin kehidupan masyarakat bersama, yang mana lebih berhubungan atau berkaitan dengan profesi atau pekerjaan yang dimiliki baik untuk memenuhi kepentingan diri sendiri atau pun kepentingan masyarakat bersama, sebagai salah satu contoh tindakan sebagai makhluk sosial.

Sponsors Link

Perbedaan berdasarkan pada profesi atau pekerjaan yang dimiliki tidak menunjukkan adanya tingkatan sosial yang bersifat vertikal, namun lebih mengarah pada tingkat sosial yang bersifat vertikal atau sama rata. Hal tersebut disebabkan karena pengelompokan yang terjadi didasarkan pada  perbedaan minat atau bakat yang di miliki setiap individu di dalam masyarakat, sehingga tidak akan ada anggapan bahwa individu dengan minat dan bakat yang satu lebih baik dari minat dan bakat yang dimiliki oleh individu yang lainnya.

Kondisi tersebut harus nya memang lebih bersifat mendasar atau rata dalam hal tingkatan sosial. Sebagai contoh, seperti kelompok petani dan kelompok nelayan, dimana keduanya memiliki kedudukan yang sama di dalam masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan serta kepentingan masing-masing maupun untuk masyarakat secara keseluruhan demi bertahan hidup. Oleh sebab itu sikap toleransi atau saling menghormati satu sama lain sangat diperlukan agar kehidupan masyarakat berjalan tanpa adanya berbagai macam contoh masalah sosial dan bentuk-bentuk konflik sosial.

  1. Ciri-Ciri Budaya

Ciri-ciri budaya merupakan ciri-ciri yang terakhir dari diferensiasi sosial, dimana berhubungan dengan identitas suatu golongan yang didasarkan atas adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan yang ada dan terus berkembang di dalam kehidupan masyarakat atau dalam suatu lingkungan masyarakat. Dimana setiap bangsa pasti memiliki keanekaragaman adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Sebagai contoh di Indonesia sendiri terdapat beranekaragam suku, adat istiadat , dan budaya, seperti pada masyarakat Jawa, Sunda, Bali, Batak, Dayak, dan masih banyak yang lainnya lagi.

Tidak hanya perbedaan di lingkungan Indonesia saja, untuk cangkupan yang lebih luas seperti cangkupan dunia juga terdapat perbedaan budaya khas masing-masing yang dimiliki dan membedakan antara satu dengan lainnya, seperti pada penggolongan masyarakat Asia, Afrika, Eropa, Australia, serta masyarakat Amerika. Sama seperti ciri-ciri diferensiasi sosial lainnya dan juga sesuai dengan prinsip utama dari diferensiasi sosial, perbedaan budaya, adat istiadat, suku, dan lainnya juga memiliki kedudukan yang sama dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu tidak ada yang dianggap lebih tinggi atau lebih baik, semua masyarakat yang memiliki budaya, adat istiadat, kebiasaan yang terus berkembang memiliki kedudukan yang sama satu sama yang lainnya.

Itulah beberapa ciri-ciri diferensiasi beserta contoh diferensiasi sosial yang termasuk di dalamnya. Dari beberapa penjelasan di atas termasuk ciri-ciri diferensiasi sosial sendiri terkadang juga dapat menyebabkan timbulnya suatu stratifikasi sosial atau pelapisan sosial di dalam masyarakat, terutama ciri-ciri sosial yang biasanya akan berakhir pada tingkat kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing kelompok. Kondisi tersebut yang nantinya dapat memicu timbulnya tingkatan-tingkatan sosial yang bersifat horizontal atau bertingkat, karena kekayaan merupakan sesuatu yang dapat di nilai dan dihargai oleh masyarakat. Selain itu, diferensiasi sosial juga dapat mempengaruhi seseorang dalam memberikan penilaian, pertimbangan serta berakhir pada pemilihan terhadap suatu golongan tertentu, dimana lebih cenderung atau dianggap tidak cocok dengan minat dan bakat yang dimiliki sebagai suatu ciri dari diferensiasi sosial.

Meskipun demikian, tidak semua diferensiasi sosial akan berpengaruh terhadap timbulnya stratifikasi sosial di masyarakat. Walaupun sebenarnya keduanya memiliki pengaruh satu sama lainnya. Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri diferensiasi sosial yang ada dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Tuesday 17th, April 2018 / 00:47 Oleh :
Kategori : Sosiologi