Sponsors Link

3 Bentuk-Bentuk Pemberdayaan Komunitas di Indonesia

Sponsors Link

Pemberdayaan komunitas merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam meningkatkan kualitas masyarakat pada suatu negara. Hal tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah dalam tujuan pembangunan sosial budaya. Kegiatan pemberdayaan ini juga dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia pada seluruh kawasan di nusantara. Tujuan adanya pelaksanaan pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat yang mandiri. Dengan adanya kemandirian pada individu dan masyarakat akan meningkatkan standar hidup dan peningkatan kebebasan setiap orang. Hal tersebut juga akan mempengaruhi pengurangan permasalahan komposisi tenaga kerja berdasarkan usia.

ads

Peningkatan standar hidup pada individu dan masyarakat akan meningkatkan aspek-aspek pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan sebuah negara. Dengan adanya pemberdayaan komunitas yang sesuai dengan prinsip pemberdayaan komunitas ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan pembelajaran mengenai manajemen, kewirausahaan, keterampilan, sehingga komunitas tersebut mendapatkan manfaat dalam pekerjaan dan perbaikan kinerjanya.

Pengertian Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan komunitas memiliki beberapa pengertian. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemberdayaan berasal dari kata ‘daya’ yang berarti kemampuan melakukan sesuatu untuk atau kemampuan bertindak. Sedangkan ‘pemberdayaan’ merupakan proses, cara, atau pembuatan sebuah kondisi individu atau komunitas dapat memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan merupakan sebuah proses individu dan sosial untuk meningkatkan kemampuan individu, kompetensi, kreatifitas, dan kebebasan dalam bertindak. Komunitas juga memiliki arti yaitu kelompok organisme yang hidup dan saling berinteraksi di daerah tertentu (biasanya masyarakat atau paguyuban). Pengertian lainnya yang lebih komprehensif, komunitas adalah sekelompok orang atau lebih yang hidup bersama pada suatu tempat memiliki kesamaan kepentingan dan tujuan sehingga saling mempengaruhi dan berintegrasi.

Pemberdayaan komunitas merupakan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan baik secara individu maupun kelompok untuk dapat meningkatkan standar hidup dengan cara mengoptimalkan kapasitas, potensi dan kemampuan dari komunitas tersebut, sehingga dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan taraf hidup masyarakat. Pengertian lainnya, menurut Hatu (2010) pemberdayaan komunitas adalah suatu proses kegiatan sosial yang bertujuan untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri.

Tujuan Pemberdayaan Komunitas

Pelaksanaan pemberdayaan komunitas sendiri memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang bagi sebuah negara. Secara umum, pemberdayaan komunitas bertujuan untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi lebih mandiri. Kemandirian ini dapat terukur dari kemandirian dalam berpikir, bertindak, dan mengendalikan kegiatan mereka, serta mampu memecahkan masalah yang dihadapi dengan menggunakan kapasitas, daya dan kemampuan yang dimiliki oleh individu maupun komunitas itu sendiri.

Dengan adanya kemampuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk jangka panjang, hal ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial pada masyarakat Indonesia. Ketimpangan sosial memiliki berbagai bentuk, namun terdapat bentuk-bentuk ketimpangan social. Selain itu, dari segi ekonomi, dapat membantu Pemerintah dalam meningkatkan ekonomi dan kekuatan produktivitas negara.

Strategi Pemberdayaan Komunitas

Agar pelaksanaan pemberdayaan komunitas dapat berjalan efektif, terdapat lima (5) strategi pendekatan dalam pemberdayaan komunitas, yaitu:

Sponsors Link

  • Strategi pertama yaitu, pendekatan kesejahteraan (The Welfare Approach) adalah membantu memberikan bantuan kepada komunitas tertentu, seperti bantuan kepada korban bencana alam pada kawasan tertentu.
  • Strategi kedua yaitu, pendekatan pembangunan (The Development Approach) adalah pendekatan yang memfokuskan perhatian pembangunan pada peningkatan kemandirian dan kemampuan masyarakat.
  • Strategi ketiga yaitu pendekatan pemberdayaan (The Empowerment Approach) adalah pendekatan yang memfokuskan pada permasalahan kemiskinan sebagai dampak dari proses politik. Pada pendekatan ini lebih berusaha untuk melakukan pemberdayaan atau pelatihan kepada rakyat untuk mengatasi permasalahan kesenjangan ekonomi tersebut dengan memanfaatkan kemampuan dan potensi yang ada pada komunitas tersebut.
  • Strategi keempat yaitu pendekatan defisit (Deficit Based Approach) adalah pendekatan yang berfokus pada permasalahan yang ada pada komunitas tersebut dan menyediakan fasilitas solusi bagi permasalahan tersebut.
  • Strategi kelima adalah pendekatan kemampuan (Strength Based Approach) adalah pendekatan yang terpusat pada potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh komunitas, individu, atau masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Kecenderungan pada Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan komunitas ini memang serupa dan sejalan dengan konsep Community Development. Hal tersebut sejalan karena memiliki kesamaan dalam proses pembangunan pada jejaring interaksi dalam rangka meningkatkan kapasitas dari semua komunitas, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan kualitas hidup masyarakat. Sehingga pemberdayaan masyarakat memiliki dua kecenderungan utama yaitu :

ads
  • Proses pemberdayaan yang menekankan pada proses memberikan atau mendistribusikan sebagian kemampuan, kekuasaan dan kapasitas kepada masyarakat agar individunya lebih terberdaya. Kecenderungan ini sering disebut sebagai kecenderungan primer.
  • Upaya memfokuskan pada proses stimulasi, mendorong atau memotivasi tiap individu untuk mempunyai kemampuan dan kemauan dalam menentukan pilihan hidupnya melalui sebuah dialog. Kecenderungan ini sering disebut sebagai kecenderugan sekunder.

Bentuk Pemberdayaan Komunitas

Contoh-contoh bentuk pemberdayaan komunitas yang umum diterapkan terdapat tiga (3) bentuk yaitu:

1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM Mandiri atau PNPM Pedesaan)

Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan atau dikenal dengan istilah PNPM Mandiri atau PNPM Pedesaan ini merupakan pemberdayaan komunitas yang bertujuan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja khsusus di wilayah pedesaan. PNPM Mandiri menggunakan mekanisme, sistem, dan prosedur seperti Program Pengembangan Kecamatan (PKK). Progam ini memberikan fasilitas pemberdayaan masyarakat atau kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, dan Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung.

Progam ini menggerakan seluruh anggota masyarakat untuk terlibat pada setiap tahapan kegiatan secara partisipatif. Keterlibatan anggoata masyarakat tersebut dimulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan manajeman dana, membuat rincian prioritas dana yang mendesak di desa, hingga melaksanaan kegiatan dan keberlanjutannya. Progam ini merupakan salah satu dari upaya mengurangi laju urbanisasi.

2. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Lembaga Swadaya Masyarakat atau dikenal sebagai LSM merupakan pemberdayaan komunitas yang berfokus pada pelayanan kepada publik atau masyarakat secara sukarela dan sifatnya nirlaba (tidak untuk mencari keuntungan). Lembaga ini didirikan oleh perorangan atau sekelompok orang yang memiliki visi dan misi yang sama. Organisasi ini berdiri sebagai organisasi non pemerintah, birokrasi, ataupun negara. LSM memiliki empat (4) kategori yaitu organisasi donor, organisasi mitra pemerintah, organisasi profesional, dan organisasi oposisi.

3. Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK)

Bentuk pemberdayaan komunitas ini merupakan upaya Pemerintah dalam melakukan pembangunan manusia melalui pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam menanggulangi kemiskinan. Pada PLPBK terdapat penekanan khusus pada pembangunan lingkungan yang kondusif secara spiritual maupun material. Prinsip dasar pada PLPBK ini adalah demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabel, dan desentralisasi.

Pada PBPBK, pembangunan fisik lingkungan menjadi media belajar untuk membangun tata kerja bermasyarakat untuk menyepakati peraturan-peraturan yang dibutuhkan dalam berbagi ruang hidup pada tata hidup masyarakat yang madani, saling menghargai, produktif dan mewujudkan pemukiman yang sehat, tertib, selaras, memiliki kearifan lokal, dan lestari.

Demikian ulasan dari adanya pemberdayaan pada komunitas yang di bentuk di Indonesia ternyata terdapat 3 bentuk yang bisa anda ketahui.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Monday 23rd, April 2018 / 03:57 Oleh :
Kategori : Sosiologi