Sponsors Link

11 Bentuk-Bentuk Kriminalitas dalam Sosiologi yang Mudah Anda Pelajari

Sponsors Link

Beraneka bentuk-bentuk kriminalitas mungkin sering kita temui di sekitar kita, terlebih dengan ekspos dari media di zaman modern ini. Melihat realita ini kita sering berpikir mengapa begitu banyak kriminalitas yang terjadi? Apakah kriminalitas hanya sebatas tindak kejahatan seperti pembunuhan, pencurian, dan sejenisnya? Ataukah ada banyak bentuk-bentuk kriminalitas lainnya? Di artikel kali ini kita akan mempelajari lebih jauh mengenai bentuk-bentuk kriminalitas serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kriminalitas.

ads

Namun, sebelum kita lebih jauh membahas mengenai bentuk-bentuk kriminalitas, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari kriminalitas itu sendiri. Pada dasarnya kriminalitas berasal dari kata crimen yang memiliki arti ‘kejahatan’, meski ada pendapat yang menyatakan terdapat perbedaan kejahatan dengan kriminal. Kejahatan itu sendiri banyak didefinisikan sebagai segala tingkah laku manusia yang bisa dipidana dan diatur dalam hukum pidana. Definisi lainnya kriminalitas adalah segala perbuatan yang melanggar hukum. Akan tetapi, menurut para ahli kriminalitas atau kejahatan memiliki definisi-definisi lainnya. Berikut ini adalah definisi atau pengertian kriminalitas menurut beberapa ahli:

  • M.v.T – kriminalitas adalah perbuatan apapun yang meskipun tidak diatur dalam undang-undang sebagai tindak pidana, dapat dirasakan sebagai perbuatan yang melawan hukum.
  • R. Susilo – kriminalitas adalah segala perbuatan atau tindakan yang tidak hanya merugikan korban melainkan juga merugikan masyarakat secara umum yaitu hilangnya keseimbangan, ketentraman dan ketertiban. Namun, secara yuridis R. Susilo juga mengartikan kriminalitas sebagai perbuatan atau tingkah laku yang menentang undang-undang.
  • M. A. Elliat – kriminalitas adalah permasalahan di dalam masyarakat modern atau tingkah laku yang gagal dan melawan hukum serta bisa dijatuhi hukuman, baik berupa hukuman penjara, hukuman mati, hukuman denda, dan jenis hukuman lainnya.
  • Dr. J. E. Sahetapy dan B. Mardjjono Reksodipuro – kriminalitas adalah segala perbuatan, termasuk kelalaian, yang dilarang oleh hukum publik demi memberi perlindungan pada masyarakat dan terdapat sanksi berupa pidana oleh negara. Perbuatan tersebut dihukum karena melanggar norma-norma sosial yang ada di masyarakat.
  • Mr. W. A. Bonge – kriminalitas adalah perbuatan yang sangat antisosial yang mendapat tantangan dengan sadar dari negara berupa pemberian penderitaan.

Dari pengertian-pengertian tentang kriminalitas di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kriminalitas adalah segala perbuatan atau tingkah laku yang melanggar hukum serta bisa merusak keseimbangan dan ketertiban di masyarakat, dimana untuk pelanggaran ini terdapat hukuman yang diberikan oleh negara yang diatur oleh undang-undang. Maka, kriminalitas tidak hanya sebatas tindakan berupa pembunuhan, pencurian dan sejenisnya saja. Kriminalitas bisa mencakup banyak sekali aktivitas dan perbuatan. Di artikel kali ini kita akan membahas beragam bentuk-bentuk kriminalitas. Simak terus, ya!Jika kita membahas bentuk kriminalitas, menurut Light, Keller dan Calhoun ada empat tipe kriminalitas. Keempat bentuk kriminalitas itu adalah sebagai berikut:

  • White Collar Crime (Kejahatan Kerah Putih)

Tipe kriminalitas ini adalah tipe kejahatan yang dilakukan oleh tokoh atau sosok yang berstatus tinggi dan terpandang dalam pekerjaannya. Contoh dari tipe kejahatan kerah putih ini adalah kejahatan berupa penipuan atau rekayasa nilai pajak, korupsi, penggelapan uang perusahaan, manipulasi data keuangan perusahaan, dan lain-lain.

Bisa dibilang bahwa kejahatan kerah putih ini merupakan kejahatan yang memanfaatkan posisinya di pekerjaan atau jabatan yang diemban oleh pelaku. Biasanya pelaku kejahatan memiliki posisi penting sehingga mempunyai peluang dan menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya kriminalitas dengan mengambil kebijakan yang merugikan. Kejahatan ini tidak mengenal apakah orang tersebut bekerja di sektor pemerintahan ataupun swasta.

  • Crime Without Victim (Kejahatan tanpa Korban)

Tidak selalu tindak kriminal melibatkan keberadaan korban. Ada juga tindak kriminal atau kejahatan tanpa korban. Meski demikian, bukan berarti kejahatan seperti ini lepas dari hukum pidana. Kejahatan tanpa korban adalah kejahatan yang tidak memberi dampak penderitaan secara langsung pada korban. Contoh dari kejahatan semacam ini adalah judi, penyalahgunaan minuman beralkohol, hubungan seksual tanpa pernikahan secara sukarela, dan lain-lain.

Kejahatan tanpa korban ini merupakan hal yang dilarang oleh payung hukum, meskipun kejahatan ini tidak merugikan orang lain secara langsung. Umumnya konsep kejahatan ini hanya berlaku pada orang dewasa saja.

  • Organized Crime (Kejahatan Terorganisir)

Selanjutnya adalah kriminalitas atau kejahatan terorganisir. Kejahatan semacam ini dilakukan secara terus menerus dan terencana dengan beragam cara demi bisa mendapatkan tujuan dengan menghindari hukum yan berlaku. Tujuan dari kejahatan berencana ini biasanya lebih berupa materi. Contohnya adalah kejahatan berupa bisnis barang curian, perdagangan anak, jasa pelacuran, dan lain-lain.

  • Corporate Crime (Kejahatan Korporasi)

Tidak jarang tindak kejahatan dilakukan dengan mengatasnamakan organisasi formal tertentu untuk meningkatkan keuntungan dan menekan timbulnya kerugian. Ada empat jenis kejahatan korporasi yang dijabarkan oleh Light, Keller dan Callhoun, yaitu kejahatan terhadap konsumen, kejahatan kepada publik, kejahatan kepada pemiliki perusahaan dan kejahatan terhadap karyawan perusahaan.

Berbeda dengan kejahatan kerah putih, kejahatan korporasi yang juga bisa terjadi di perusahaan, bisa terjadi karena memang ada pembentukan oleh para karyawan untuk korporasi. Hal ini sengaja dibentuk agar bisa memegang kendali untuk melakukan tindak kejahatan. Kejahatan korporasi ini bisa jadi mempengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran yang pada akhirnya bisa merugikan konsumen ataupun shareholder lainnya di perusahaan tersebut.

Selain empat tipe kriminalitas yang disebutkan di atas, ada beberapa bentuk kriminalitas lainnya yang akan dibahas lebih lengkap seperti berikut ini:

Bentuk Kriminalitas berdasarkan Dampaknya

Ada empat bentuk kriminalitas berdasarkan dampak akibat kriminalitas yang dilakukan, yaitu:

  1. Kriminalitas yang berdampak luas – tindak kriminal ini termasuk tindak kriminal berat yang dampaknya mengenai banyak sekali orang. Contoh dari bentuk kejahatan ini adalah penyerangan bom, aksi teror, invasi Amerika ke Irak, dan penyebaran obat-obatan palsu.
  2. Kriminalitas yang berdampak lokal – berbeda dengan aksi kriminal yang berdampak luas, aksi kriminal ini dampaknya berskala kecil, bisa perorangan atau keluarga. Contohnya adalah tindak pembunuhan, perkosaan, pencurian, dan lain-lain.
  3. Kriminalitas yang korbannya diri sendiri – tindakan kriminal satu ini menjadikan dirinya sendiri sebagai korban. Contohnya adalah tindakan bunuh diri.
  4. Kriminalitas tanpa korban – seperti yang telah dibahas di tipe kriminalitas oleh Light, Keller dan Callhoun, bentuk kriminalitas juga ada yang tidak menimbulkan korban. Contohnya adalah perjudian dan prostitusi yang termasuk dalam macam-macam penyakit sosial di masyarakat.

Bentuk Kriminalitas berdasarkan Jenis Objek Sasaran

Dalam tindak kriminal biasanya ada objek sasaran atau korban yang dijadikan tujuan. Di sini, kriminalitas bisa dibagi menjadi tiga jenis dilihat dari objek sasaran atau korban, yaitu:

  1. Kejahatan kemanusiaan – kejahatan ini disebutkan dalam hukum internasional, dimana mengacu pada kejahatan yang melanggar hak-hak hidup manusia. Yang menjadi objek sasaran dalam bentuk kejahatan ini adalah manusia. Contohnya seperti pembunuhan massa, penyiksaan, pembasmian ras tertentu, dan lain sebagainya. Penyebab rasisme seringkali menjadi root cause dari timbulnya kejahatan kemanusiaan ini.
  2. Kejahatan politik – kejahatan ini termasuk juga state crime dan yang bukan state crime. Dalam banyak definisi, kejahatan politik ini identik dengan kejahatan negara, yaitu kejahatan yang berupa perlawanan terhadap negara. Misalnya, pelanggaran ketertiban umum, usaha penggulingan kekuasaan, mengganggu keamanan negara, dan lain-lain.
  3. Kejahatan harta benda – dalam hal ini yang menjadi sasaran dari tindak kejahatan adalah harta benda yang bersifat materi. Misalnya aksi pencurian dan perampokan.

Bentuk Kriminalitas berdasarkan Cara yang Digunakan

Bentuk kriminalitas selanjutnya dibedakan berdasarkan cara yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. Bentuk-bentuknya adalah sebagai berikut:

  1. Kejahatan yang menyakiti orang lain – seperti namanya, kejahatan ini dilakukan dengan menyakiti korban. Contoh bentuk dari kejahatan ini adalah pembunuhan.
  2. Kejahatan dengan kekerasan – berbeda dengan poin sebelumnya, kejahatan jenis ini belum tentu menyakiti orang lain tapi menggunakan cara-cara kekerasan. Misalnya saja perampokan barang berharga dengan kasar atau ancaman. Kejahatan dengan kekerasan ini bisa jadi merupakan dampak masalah sosial yang tak kunjung diselesaikan.
  3. Kejahatan dengan kelembutan – kebalikan dari poin sebelumnya, kejahatan jenis ini tidak menggunakan kekerasan melainkan dilakukan secara lembut dan perlahan. Misalnya hipnotis untuk merampas barang orang lain ataupun penipuan ATM melalui instruksi telepon.
  4. Kejahatan dengan media – di zaman teknologi seperti saat ini bentuk kejahatan dengan media semakin marak terjadi. Kejahatan jenis ini memanfaatkan media informasi yang memang banyak tersedia di zaman modern. Misalnya saja kejahatan berupa pembobolan ATM melalui internet, penipuan melalui media SMS broadcast, dan lain-lain.

Terlepas dari beragamnya bentuk-bentuk kriminalitas di atas, kita harus mulai menyadari bahwa tindakan kriminal ini harus bisa dicegah sebelum terjadi. Hal ini dikarenakan begitu banyak dampak negatif yang bisa terjadi akibat tindakan kriminal, misalnya trauma, cacat tubuh, hingga kematian. Oleh karena itu, sebaiknya kita semua menutup celah-celah yang memungkinkan seseorang memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan kriminal.

Upaya Pencegahan Kriminal

Lalu, apakah ada upaya penanggulangan kriminalitas yang bisa diambil secara kongkrit untuk bisa mencegah terjadinya kriminalitas? Berikut ini bisa menjadi solusi yang dapat diambil dalam upaya pencegahan tindak kriminal:

  • Melakukan tindak pencegahan yang bisa meminimalisir kesempatan seseorang melakukan tindak kriminal. Misalnya tidak lalai mengunci pintu rumah, menghindari memakai terlalu banyak perhiasan, dan lain-lain.
  • Melakukan tindakan represif, yaitu mengadili dan menghukum orang-orang yang melakukan tindak kriminal. Hal ini bertujuan agar pelaku kejahatan merasa jera telah melakukan pelanggaran hukum sehingga tidak lagi mengulangi perbuatannya.
  • Mengadakan patroli yang bisa dilakukan oleh pihak berwajib untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian pembahasan mengenai bentuk-bentuk kriminalitas. Semoga dengan artikel ini kita bisa semakin aware terhadap tindakan-tindakan melanggar hukum yang terjadi di sekita kita.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Wednesday 27th, February 2019 / 04:29 Oleh :
Kategori : Sosiologi