Sponsors Link

Apa Sajakah Bentuk Bentuk Interaksi Sosial?

Sponsors Link

Interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bisa menghasilkan pola atau bentuk hubungan yang bisa mempererat dan mengubah kondisi masyarakat dan jika dalam sosiologi bisa berbentuk asosiatif dan juga disosiatif yang didukung dengan syarat terjadinya interaksi sosial. Supaya bisa lebih jelas, berikut akan kami jelaskan tentang bentuk bentuk interaksi sosial yang biasa terjadi di sekitar lingkungan kita.

ads

Interaksi Sosial Asosiatif

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, interaksi sosial asosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang memiliki sifat positif yang mengarah pada kesatuan dan ada beberapa bentuk dari interaksi sosial asosiatif dan ada perbedaan interaksi sosial asosiatif dan diasosiatif. Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif yang mengarah pada kesatuan. Sedangkan bentuk dari interaksi sosial asosiatif diantaranya berupa kerjasama, asimilasi, akomodasi dan akulturasi.

1. Kerja Sama

Kerja sama jika dilihat secara istilah mengartikan sebuah usaha yang dilakukan secara bersama sama antara individu atau kelompok dengan maksud untuk mencapai satu tujuan atau beberapa tujuan secara bersama.

2. Akomodasi

Berbeda dengan kerja sama, akomodasi berawal dari sebuah perselisihan. Akomodasi merupakan upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan sebuah konflik atau pertikaian oleh pihak pihak yang sedang bertikai. Ini dilakukan dengan tujuan untuk meredakan pertentangan yang sedang terjadi sekaligus menciptakan sebuah kondisi yang stabil dan menjadi salah satu contoh interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan.

Akomodasi sebagai proses sosial mempunyai beberapa bentuk, seperti:

  • Koersi: Koersi merupakan bentuk akomodasi yang pelaksanaannya dengan memakai ancaman, paksaan, tekanan atau kekerasan.
  • Kompromi: Kompromi merupakan bentuk usaha meredakan masalah lewat pengurangan tuntutan.
  • Konsiliasi: Konsiliasi merupakan usaha dari pihak tertentu untuk mempertemukan keinginan dari kedua belah pihak yang sedang mengalami konflik sehingga masalah bisa diselesaikan.
  • Arbitrasi: Arbitrasi bisa terjadi pada saat pihak ketiga membantu untuk meredakan pertentangan yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dan bisa memberikan keputusan yang bersifat mengikat pihak berkonflik.
  • Mediasi: Berbeda dengan apa yang dilakukan pihak ketiga, mediator hanyalah berfungsi sebagai penasehat, namun keputusannya akan tetap dikembalikan pada dua pihak yang sedang mengalami konflik.
  • Ajudikasi: Ajudikasi adalah proses menyelesaikan masalah lewat jalur hukum.

3. Asimilasi

Asimilasi adalah kombinasi dari dua kebudayaan yang melebur menjadi kebudayaan baru. Sebagai contoh interaksi sosial individu dengan individu, warga Pekalongan dengan etnis Arab dan juga Tionghoa memakai bahasa Jawa sebagai identitas sosial karena sudah melebur menjadi kebudayaan setempat meski etnis mereka berbeda.

4. Akulturasi

Akulturasi adalah penerimaan semua unsur unsur yang baru menjadi sebuah kebudayaan baru tanpa harus menghilangkan unsur yang lama.

Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi sosial disosiatif lebih mengarah pada perpecahan baik secara individu atau kelompok. Ini artinya berbanding terbalik dengan asosiatif karena disosiatif lebih identik dengan hal negatif. Beberapa bentuk dari disosiatif diantaranya adalah kotravensi, persaingan atau kompetisi dan juga konflik atau pertentangan.

1. Kompetisi atau Persaingan

Kompetisi atau persaingan adalah proses sosial di mana kelompok atau individu bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang kehidupan tanpa memakai ancaman yang keras dan menjadi bagian dari proses terjadinya interaksi sosial.

Sponsors Link

2. Kontravensi

Kontravensi adalah perasaan tidak senang yang disembunyikan atau bisa dikatakan perasaan iri atau dengki. Orang yang melakukan kontravensi umumnya akan lebih sering berbicara di dalam hati karena ingin menyembunyikannya.

3. Konflik atau Pertentangan

Konflik atau pertentangan merupakan proses sosial yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang disertai dengan kekerasan atau paksaan. Pertentangan tersebut bisa terjadi karena perbedaan antarindividu, perbedaan kepentingan, perbedaan kebudayaan dan juga perubahan sosial.

Demikian ulasan singkat yang bisa kami berikan kali ini tentang bentuk bentuk interaksi sosial yang semoga bisa dimengerti dengan baik.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Tuesday 23rd, July 2019 / 07:06 Oleh :
Kategori : Sosiologi