Sponsors Link

Pengertian dan 17 Alasan VOC Dibubarkan

Sponsors Link

Menelisik sejarah Indonesia sebelum merdeka dan simak juga sejarah zaman pra aksara, banyak sekali peristiwa- peristiwa penting terjadi dan perlu diingat oleh bangsa Indonesia. Seperti yang kita ketahui bangsa yang baik adalah bangsa yang mengingat sejarah, dan pada tanggal 20 Maret 1602, sebuah kongsi dagang terbesar didirikan di Indonesia. Dimana saat itu Indonesia masih disebut sebagai Hindia Belanda, sebuah kongsi dagang Belanda dengan nama Vereenigde Oostindische Compagnie atau lebih dikenal dengan nama VOC.

ads

Selain terbesar anda juga bisa melihat sejarah singkat insiden hotel Yamato, VOC merupakan sebuah perusahaan dengan sistem saham pertama yang ada di dunia dan tentunya bertaraf internasional. Berdirinya VOC pun bukan tanpa alasan lalu simak juga  tokoh-tokoh sejarah pada masa buddha di Indonesia, VOC dibentuk dengan tujuan awal sebagai sebuah perusahaan untuk menyelesaikan pertikaian dalam hal perdagangan. Pertikaian yang dimaksud yaitu pertikaian yang terjadi akibat adanya persaingan dagang karena harga rempah- rempah tidak terkendali dan selalu mengalami perbedaan di setiap daerah.

  • Alasan VOC Dibubarkan

Adapun sejarahnya VOC didirikan oleh Johan Van Oldenbarnevelt dengan wilayah operasi Hindia Belanda yaitu Indonesia dan Asia Tenggara. Walaupun VOC merupakan sebuah perusahaan kongsi dagang terbesar dan bertaraf internasional berbeda dengan sejarah perkembangan sosiologi, pada 31 Desember 1799 perusahaan ini dibubarkan. Ada berbagai macam alasan mengapa VOC dibubarkan dan berikut ulasannya.

  1. Kemunduran VOC

Tepatnya pada abad ke- 18 dimana pada waktu itu terjadi beberapa konflik di Indonesia terhadap Belanda sehingga berdampak pada kongsi dagang VOC. Dalam hal ini tidak hanya perekonomian saja yang mengalami penurunan bahkan saat itu VOC mengalami kemunduran yang cukup signifikan sehingga mau tidak mau harus dibubarkan.

  1. Kecurangan Pegawai VOC

Tampaknya bukan hanya karena kemunduran perekonomian di pertengahan abad ke- 18 saja yang menjadi alasan dibubarkannya VOC. Karena VOC sendiri merupakan sebuah perusahaan perdagangan dengan sistem saham dimana beberapa pegawai VOC juga memiliki saham di perusahaan tersebut, untuk meningkatkan kekayaan para karyawannya tak jarang mereka melakukan tindak kecurangan seperti korupsi. Selain itu, sangat mudah bagi para karyawan melakukan tindak kecurangan dan korupsi karena merekalah yang memegang data- data saham dan pemasukan di VOC sendiri.

  1. Pengeluaran Berlebihan

Selain banyak pegawai VOC yang korupsi tampaknya pengeluaran perusahaan VOC juga semakin besar dan sangat kacau, terlebih pada saat itu banyak sekali perang terjadi di Hindia Belanda. VOC selain menjadi perusahaan kongsi dagang, juga memiliki kewajiban untuk membantu Belanda perang melawan Indonesia untuk merebut wilayah dan melakukan penjajahan. Biaya semakin membengkak untuk mendanai perang dan membayar tentara belanda serta dalam hal jual beli senjata. Apalagi pengeluaran sangat besar harus dikeluarkan ketika melawan Hasanudin dari Gowa.

  1. Pengeluaran Gaji Karyawan

Tampaknya semakin besar perusahaan VOC pada masa itu juga semakin banyak pula karyawan bekerja di dalamnya. Untuk itu walaupun sedang membantu mengeluarkan biaya untuk perang dan simak juga pemberontakan PKI Madiun 1948, VOC juga harus memenuhi hak karyawannya. Banyak sekali karyawan harus digaji dengan adil oleh VOC pada masa itu, sedangkan VOC sendiri enggan untuk melakukan pengurangan karyawan.

  1. Memperluas Kekuasaan

Dalam hal ini, VOC bisa menjadi sebuah perusahaan kongsi dagang terbesar karena perluasan kekuasaan. Untuk memperluas kekuasaan dan mendapatkan wilayah untuk mendirikan cabang perusahaan maka VOC harus mengeluarkan biaya cukup besar. Dan karena ambisi untuk memperluas kekuasaan, VOC mengalami penurunan pemasukan dimana para investor saham pada masa itu banyak yang terlibat perang dan menghentikan investasinya pada VOC sehingga VOC mengalami kemunduran dan harus dibubarkan.

Sponsors Link

  1. Pembayaran Dividen

Selain banyak sekali investor Belanda meninggalkan VOC karena perang, disisi lain beberapa pemegang saham dan investor yang tinggal perlu mendapatkan imbalan atas investasi saham mereka di VOC. Untuk itu tentu saja VOC memiliki kewajiban dalam membayar dividen yaitu keuntungan kepada para pemegang saham secara rutin. Ini sangat memberatkan VOC pada masanya karena VOC telah mengalami kekurangan pemasukan. Sehingga setelah deviden terbayar lunas berbeda dengan sejarah kerajaan Kediri dan peninggalannya, VOC dibubarkan agar kerugian tidak semakin meningkat.

  1. Persaingan Dagang

Bisa dibilang walaupun saat itu penjajahan terjadi dimana- mana termasuk di kawasan Asia, namun era perdagangan juga semakin berkembang pesat. Banyak sekali pedagang dari luar masuk ke Hindia Belanda dan tentunya ini membuat persaingan dagang semakin ketat apalagi saat itu barang dari luar lebih membuat orang tertarik. Terutama para pedagang dari kawasan inggris dan perancis tampaknya sudah banyak juga yang membuat perusahaan kongsi seperti VOC. Dalam hal ini VOC kalah saing dengan perusahaan dagang tersebut sehingga mengalami penurunan dan kemunduran.

  1. Era Perdagangan Bebas

Tidak hanya kalah saingan simak juga peninggalan sejarah Hindu Budha di Indonesia, semakin majunya era perdagangan ini membuat VOC semakin porak poranda. Apalagi saat itu era perdagangan sudah berganti menjadi era perdagangan bebas dimana seluruh pedagang dan perusahaan kongsi dagang dapat melebarkan jangkauan kemana pun termasuk ke Hindia Belanda atau Indonesia. Dengan begini VOC tidak bisa berkutik lagi sehingga VOC dibubarkan.

ads
  1. Perubahan Politik 1795

Tidak hanya berkaitan dengan era perdagangan bebas, demi kekuasaan pemerintah Belanda yang menjajah Indonesia saat itu maka pemerintah mengubah sistem politik di Belanda. Dimana di belanda sendiri mengubah sistem politiknya menjadi demokratis dan liberal dengan ditandai berdirinya Republik Batavia pada 1795. Karena perubahan politik inilah mempengaruhi sistem kerja VOC sehingga tidak hanya kalah saingan dengan perusahaan dagang dari luar juga mengalami kebangkrutan luar biasa sehingga dibubarkan.

  1. Praktik Korupsi Pemimpin VOC

Tampaknya tidak hanya karyawan biasa saja yang melakukan tindak kecurangan seperti korupsi, bahkan para petinggi khususnya pimpinan VOC juga melakukan tindakan korupsi. Mereka dengan sengaja melakukan tindakan korupsi tidak hanya sedikit bahkan besar- besaran untuk mewujudkan hidup yang mewah. Selain karena kemewahan, petinggi maupun pimpinan VOC juga sangat terkenal dengan kehidupan hedonisnya dan sangat suka untuk menghambur- hamburkan uang.

  1. Penanggung Biaya Perang

Awalnya VOC didirikan tidak untuk keperluan dalam hal militer Belanda, namun karena berdirinya sebuah perusahaan harus memiliki izin terutama dari pemerintah yang bersangkutan yaitu belanda. Sehingga VOC tidak hanya memiliki kewajiban dalam hal membantu biaya militer saja tetapi memiliki tugas sebagai perusahaan menanggung biaya perang. Dan seperti yang kita ketahui bahwa biaya perang tidaklah sedikit, inilah yang menjadi salah satu permasalahan besar dan harus dihadapi VOC. Semakin banyak pemberontak Indonesia yang melawan tentara Belanda pada masa penjajahan akan sangat berdampak pada VOC.

  1. Praktik Perdagangan Gelap

Tidak hanya sekedar korupsi yang dilakukan oleh para karyawan VOC, di tingkat karyawan paling rendah kerap kali melakukan kecurangan. Kecurangan yang dimaksud yaitu melakukan praktik perdagangan gelap. Perdagangan tidak hanya meliputi barang dan jasa saja tetapi juga terkait dengan saham VOC itu sendiri. Dalam hal ini tentu karyawan VOC yang tidak menahu tentang akibat ulah mereka sangat meresahkan perusahaan sehingga membuat VOC semakin bangkrut.

  1. Pembangunan Benteng

Tidak hanya mendirikan bangunan sebagai kantor, untuk pertahanan militer perusahaan maka banyak sekali didirikan benteng kuat dan rapat oleh VOC. Untuk melakukan pembangunan besar- besaran seperti ini maka VOC harus mengeluarkan banyak sekali biaya tidak hanya untuk para penjaga benteng seperti serdadu sewaan dan karyawan saja tetapi juga untuk membeli dan mendatangkan bahan bangunan.

  1. Menundukkan Kerajaan Lokal

Dalam usahanya mengembangkan dan melebarkan kekuasaan di Indonesia, VOC juga harus bisa menundukkan kerajaan- kerajaan lokal di Indonesia. Segala upaya penundukan dilakukan termasuk cara adu domba dan tentunya ini juga memakan biaya besar. Tak jarang pula untuk melakukan penundukan terhadap kerajaan- kerajaan di Indonesia, VOC menghindari perang. Untuk itu VOC juga melakukan suap kepada pihak kerajaan terutama kerajaan- kerajaan kecil yang sangat mudah dipengaruhi.

Sponsors Link

  1. Biaya Pertahanan VOC

Selain mengeluarkan banyak biaya untuk mengembangkan dan memperluas wilayah, VOC juga harus melakukan pengeluaran lebih besar untuk pertahanan dari serangan dari pribumi yang kerap terjadi. Mereka tentunya tidak hanya harus membayar serdadu sewaan saja tetapi juga harus mempersenjatai serdadu tersebut. Selain itu juga VOC harus membayar biaya karyawan seperti pengawas dalam setiap wilayah kekuasaan. Setiap wilayah kekuasaan harus diawasi untuk mengantisipasi serangan yang akan terjadi, karena VOC sendiri didirikan pada masa penjajahan.

  1. Monopoli VOC Tumbang

Untuk melebarkan kekuasaan, VOC kerap memonopoli pemerintahan suatu daerah di beberapa wilayah Indonesia. Namun, tampaknya beberapa wilayah seperti Timor, Makasar, Palembang, Padang dan Kalimantan Selatan bukanlah wilayah yang mudah untuk di monopoli. Dalam hal ini pos- pos VOC di daerah tersebut hanya sekedar ditandai saja dengan dikibarkannya bendera VOC dan menjadi perumpamaan bahwa VOC ada di wilayah tersebut. Dengan begini maka monopoli VOC di daerah- daerah tersebut tumbang dan ini merupakan awal dari kebangkrutan VOC. Bahkan monopoli cengkeh di Ambon pun juga tumbang dengan cepat.

  1. Hutang VOC

Sebagai tanda paling tampak dari kebangkrutan VOC yaitu hutang yang dilakukan oleh VOC tampaknya sangat besar dan sudah tidak dapat tertolong lagi. Dalam hal ini VOC memiliki hutang sebesar 136,7 juta gulden dimana ini merupakan jumlah sangat besar. Sehingga pada 31 Desember 1799 VOC dinyatakan pailit, untuk hutang VOC sendiri diserahkan kepada pemerintah belanda dengan segala asetnya.

Itulah beberapa alasan mengapa VOC dibubarkan, semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Selamat membaca.

Sponsors Link
, ,




Post Date: Monday 08th, July 2019 / 09:01 Oleh :
Kategori : Sejarah