Sponsors Link

6 Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder

Sponsors Link

Sosialisasi merupakan hal yang sangat penting di dalam sebuah kehidupan individu. Menurut para ahli, sosialisasi merupakan proses pembelajaran dari seseorang yang mana digunakan untuk mempelajari pola kehidupan yang sesuai dengan nilai, norma, serta kebiasaan yang dijalankan di dalam sebuah lingkungan masyarakat atau kelompok dimana tempat tinggal dari seseorang tersebut. Unsur-unsur sosialisasi sendiri adalah peranan pola hidup di dalam masyarakat yang sesuai norma, nilai, serta kebiasaan masyarakat. Sosialisasi memiliki peran yang penting di dalam sebuah proses pembelajaran. (baca juga: Hambatan Perdagangan Internasional)

ads

Dalam pelaksanaanya, sosialisasi sendiri memiliki beberapa tujuan yang menjadi pencapaiannya. Berikut ini beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang ketika melakukan sosialisasi, sebagai berikut:

  • Sosialisasi dapat membantu seseorang dalam mendapatkan identitasnya baik dalam bentuk fisik maupun mental. (baca juga: Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia)
  • Sosialisasi akan membantu seseorang atau pun kelompok untuk mengembangkan poten si yang dimilikinya. Selain itu sosialisasi membantu seseorang atau pun kelompok untuk dapat mempelajari bagaimana kehidupan yang ada di dalam masyarakat sosial.
  • Sosialisasi membantu seseorang atau pun kelompok untuk mengimitasi kebudayaan. (baca juga: Kondisi Penduduk Indonesia)
  • Sosialisasi memenuhi kebutuhan dasar dari setiap manusia untuk dapat bertahan di dalam kehidupan sosial.
  • Mengajarkan seseorang dalam mengendalikan diri sesuai dengan fungsi yang ada di dalam masyarakat  dengan cara selalu mengevaluasi diri mengenai perbuatan yang sudah dilakukan apakah itu benar atau tidak. (baca juga: Keragaman Suku Bangsa dan Budaya)
  • Menanamkan nilai-nilai pada seseorang serta kepercayaan pokok yang ada di dalam masyarakat.

Macam-macam Media Sosialisasi

Ada beberapa media sosialisasi yang berada di dalam kehidupan sosial, antara lain adalah:

  1. Keluarga, keluarga menjadi media sosialidasi awal atau dasar dari sebuah proses sosialisasi. Menurut Getrudengane Jaeger, keluarga merupakan media sosial yang memiliki peran cukup penting terutama pada anak-anak karena menjadi tahap awal perkembangan dari dirinya. (baca juga: Manfaat Kegiatan Eskpor dan Impor)
  2. Teman Sepermainan, teman-teman sepermainan merupakan lingkungan yang mana didapatkan anak ketika bersosialisasi di luar dari lingkungan keluarga. Pada awalnya, lingkungan teman sepermainan bersifat menghibur saja, namun kedepannya akan memberikan dampak dari proses sosialisasi setelah di lingkungan keluarga. (baca juga: Peran Dunia Internasional Dalam Konflik Indonesia Belanda)
  3. Sekolah, lembaga pendidikan formal (sekolah) menjadi salah satu media sosial di dalam proses sosialisasi. Dari sana lah seseorang akan belajar mengenai beragam hal mulai dari menulis, membaca, hingga berhitung. Selain itu, anak-anak juga mempelajari hal lainnya mulai dari kemandirian, prestasi, universalisme serta kekhasan.
  4. Media Massa, media massa atau media sosial seperti koran, majalah, surat kabar, tabloid, radio, televisi, internet, dan lainnya juga memiliki pengaruh yang cukup besar di dalam perkembangan individu. (baca juga: Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya)

Baca juga:

Perbedaan Dari Sosialisasi Primer dan Sekunder

Sosialisasi sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer merupakan sosialisasi yang terjadi di tahap awal di dalam lingkungan keluarga. Di dalam lingkungan keluarga, anak akan belajar bagaimana meniru cara berhubungan baik dengan orang-orang lain yang di sekitarnya seperti yang telah dilakukan oleh orang tuanya. Sedangkan sosialisasi sekunder merupakan tahapan lanjutan dari proses sosialisasi yang terjadi di luar dari lingkungan keluarga. Pada tahapan ini anak sudah mulai berhubungan dengan teman-teman yang seumuran dengannya. Berikut ini beberapa perbedaan sosialisasi primer dan sekunder yang perlu anda ketahui:

 1. Tempat Proses Terjadinya Sosialisasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perbedaan sosialisasi primer dan sekunder terjadi di tempat atau lingkungan yang berbeda. Sosialisasi primer merupakan sosialisasi yang terjadi di lingkungan keluarga, yang mana merupakan sosialisasi awal yang dilakukan oleh seseorang di dalam kehidupannya. Sedangkan sosialisasi sekunder merupakan lanjutan dari sosialisasi sebelumnya yang terjadi di lingkungan luar dari keluarga, misalnya saja seperti sekolah, lingkungan permainan, dan lainnya. (baca juga: Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam)

Sponsors Link

2. Tujuan Dari Proses Sosialisasi

Proses sosialisasi yang ada di dalam lingkungan keluarga memiliki tujuan untuk menanamkan perilaku-perilaku positif pada semua anggota keluarga yang ada sehingga nantinya mereka dapat tumbuh dengan memiliki perilaku serta sikap yang sesuai dengan harapan dari masyarakat yang ada. Sedangkan proses sosialisasi yang terjadi di lingkungan masyarakat, merupakan proses yang berlangsung selama seseorang tersebut hidup. Sosialisasi sekunder memiliki tujuan agar masing-masing dari individu selalu bisa menyesuaikan diri serta berperilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang ada di lingkungan. (baca juga: Jenis Pengendalian Sosial)

3. Yang Berperan Penting Di Dalam Proses Sosialisasi

Pada sosialisasi primer, yang berperan penting di dalam proses sosialisasi yang terjadi adalah anggota keluarga itu sendiri. Ada dua macam keluarga yang menjadi agen sosialisasi primer, yaitu keluarga inti dan keluarga besar. Yang dimaksud dengan keluarga inti disini adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak. Sedangkan keluarga besar merupakan keluarga inti yang ditambah dengan nenek, kakek, bibi, paman, keponakan, sepupu, dan lainnya. (baca juga: Permasalahan Lingkungan Hidup)

Sedangkan pada proses sosialisasi sekunder yang memiliki peran penting di dalam proses tersebut adalah anggota masyarakat yang berada di luar dari lingkungan keluarga, baik itu teman, guru, masyarakat sekitar lainnya. (baca juga: Pembagian Wilayah Waktu Di Indonesia)

ads

4. Tahapan Yang Terjadi Di Dalam Proses Sosialisasi

Baik sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder sama-sama memiliki tahapan penting yang ada di dalamnya. Dalam sosialisasi primer, individu yang menjalani tahapan sosialisasi disebut prepatory stage atau tahapan persiapan. Tahapan ini disebut sebagai tahapan awal dari sosialisasi yang dilakukan karena ini dimulai dari sejak seseorang tersebut lahir ke dunia ini.

Di dalam perbedaan sosialisasi primer dan sekunder, tahapan-tahapan yang terjadi di dalamnya dapat mempengaruhi kepribadian dari seseorang. Individu akan mengalami beberapa tahapan sosialisasi mulai dari tahap play stage, game stage, dan generalized stage. Pada tahap play stage, individu akan mempelajari peran peran yang ada di dalam kehidupan sosial dengan cara meniru orang lainnya. Pada tahap game stage, individu telah memiliki perannya masing-masing. Sedangkan dalam tahap generalized stage, individu telah memiliki kemampuan mengambil serta menjalankan peran yang sebelumnya dijalani orang lainnya. (baca juga: Perkembangan Wilayah Indonesia)

5. Peran Sosialisasi 

Proses sosialisasi primer adalah proses awal yang cukup penting di dalam pembentukan karakter individu, hal ini dikarenakan keluarga lah yang menjadi lingkungan pertama kalinya seseorang mempelajari nilai-nilai yang ada. Jika di dalam keluarga tempat dimana seseorang itu tumbuh menanamkan nilai yang positif serta perilaku yang baik, maka tentu saja seseorang tersebut akan cenderung untuk berperilaku baik pula. Namun jika sebaliknya, nilai dan perilaku yang ada di dalam keluarga tidaklah baik atau pun tidak ada upaya dari orang tua dalam menanamkan hal-hal yang positif pada ana tentu saja membuat anak akan cenderung meniru perilaku-perilaku buruk dari anggota keluarga lainnya. Pengaruh dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari di dalam keluarga adalah proses sosialisasi yang aplikatif, yang mana berarti seseorang akan cenderung mengaplikasikan hal-hal yang telah dipelajari di dalam keluarga ke lingkungan masyarakat luar. (baca juga: Perkembangan Awal Politik Pada Awal Kemerdekaan)

Sedangkan dalam sosialisasi sekunder, ketika seseorang tersebut mulai terjun ke dalam kehidupan sosial maka secara tidak langsung kepribadian dan karakter dari seseorang tersebut akan dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan sosial yang memberikan penanaman nilai-nilai positif tentu akan membentuk kepribadian serta perilaku yang positif pula. Sedangkan jika lingkungannya tersebut tidak menanamkan nilai-nilai yang positif bahkan menyimpang tentu saja membuat seseorang akan meniru perbuatan menyimpan tersebut yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut di dalam sebuah masyarakat. Proses sosialisasi sekunder sangat dibutuhkan dikarenakan proses tersebut lah yang akan melengkapi serta menyempurnakan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat ditangani oleh keluarga. (baca juga: Macam-macam Kebutuhan Manusia)

6. Contoh Masing-Masing Sosialisasi

Contoh dari sosialisasi primer adalah proses sosialisasi yang ada di dalam lingkungan keluarga. Di dalam lingkungan keluarga, terjadi interaksi pertama yang mana akan membentuk kepribadian dari seseorang. Di dalam sosialisasi ini lah, peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak-anak. Orang tua akan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam lingkungan keluarga. Oleh sebab itu, kepribadian seseorang akan sangat bergantung dari latar belakang keluarganya. (baca juga: Fungsi Bahasa Daerah)

Sponsors Link

Contoh sosialisasi sekunder, dapat terjadi di lingkungan luar keluarga semisal lingkungan teman sepermainan, sekolah, dan lainnya. Misalnya saja pada lingkungan teman sepermainan, individu akan berinteraksi dengan teman-teman seumurannya. Di lingkungan ini seseorang akan mempelajari peraturan yang ada di dalam sebuah kelompok. Selain itu, di dalam lingkungan ini pula lah seseorang akan mempelajari nilai keadilan meskipun dirinya masih bersifat egosentris yang mana belum dapat menilai pendirian orang lain. Setelah dirinya dewasa maka tentu saja anda akan menemukan berbagai macam kepribadian orang yang berbeda-beda. (baca juga: Cara Mengatasi Masalah Persebaran Penduduk)

Yang perlu anda ingat adalah baik buruknya perbuatan yang dilakukan akan sangat dipengaruhi seseorang yang menjadi teman anda. Oleh sebab itu anda harus pandai pandai dalam memilih teman anda. Proses sosialisasi juga dapat terjadi di dalam lingkungan sekolah. Di sekolah, anda akan menemukan berbagai macam orang-orang dengan latar belakang yang berbeda sehingga sikap dan sifatnya juga tentu akan berbeda. Oleh sebab itu untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah peraturan yang harus ditaati di dalam sekolah oleh semua siswa. Bila melanggar tentu saja teguran hingga hukuman lah yang akan didapatkan sebagai sanksi. (baca juga: Pengertian Piramida Penduduk)

Nah itu tadi penjelasan mengenai perbedaan proses sosialisasi primer dan sosialisasi primer serta contohnya yang terjadi di dalam lingkungan baik keluarga hingga masyarakat. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Tuesday 08th, August 2017 / 14:16 Oleh :
Kategori : Sosiologi