Sponsors Link

10 Pengertian dan Jenis-jenis Akomodasi Dalam Sosiologi

Sponsors Link

Didalam kehidupan pastinya tidak akan selalu berjalan dengan damai, tentunya pasti akan ada permasalahan hukum di Indonesia. Pertentangan dapat dicegah dengan akomodasi, dengan adanya akomodasi maka dapat mengurangi pertentangan dengan berbagai cara.

ads

Akomodasi merupakan bentuk interaksi yang mendorong agar terciptanya keteraturan sosial. Akomodasi merupakan proses sosial yang berusaha untuk menyesuaikan diri agar tidak adanya peselisihan sehingga tercapainya kestabilan.  Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai pengertian dan jenis-jenis dari akomodasi.

Arti Akomodasi

Akomodasi memiliki beberapa pengertian yaitu akomodasi merupakan gambaran dari suatu keadaan maupun proses. Pengertian lainnya menyebutkan akomodasi yaitu suatu cara atau usaha untuk menyelesaikan pertengkaran tanpa harus menjatuhkan pihak lawan. Akomodasi merupakan bentuk dari proses interaksi sosial asosiatif. Akomodasi memiliki beberapa bentuk, diantara sebagai berikut. (Baca juga : faktor perubahan sosial)

Jenis-jenis Akomodasi

Jenis-jenis akomodasi sangatlah banyak bila anda belum mengetahui, masih banyak terdapat jenis-jenisnya yang sudah menjadi dikenal diberbagai masyarakat dalam bentuk ragamnya akomodasi tersebut yang perlu kita ketahui sebagai berikut:

1. Koersi (Coercion)

Bentuk akomodasi yang pertama yaitu koersi, koersi merupakan suatu cara dalam menyelesaikan pertengkaran dengan cara pemaksaan kehendak terhadap suatu pihak tertentu yang lebih lemah. Contoh dari akomodasi koersi yaitu penjajahan, perbudakan, ataupun tekanan negara donor kepada negara kredit dalam proses pinjaman. (baca juga:Bentuk Hubungan Sosial)

2. Kompromi (Compromise)

Komprosi adalah bentuk akomodasi yang ketika salah satu pihak terlibat konflik maka akan saling mengurangi tuntutan hingga tercapainya penyelesaian. Sikap yang harus dilakukan saat melakukan kompromi yaitu sikap menerima dan memahami keadaan dari pihak lain. Contoh dari kompromi yaitu misalkan ketika kita sedang menonton tv bersama-sama terjdi perselisihan dalam menentukan saluran tv yang akan ditonton, maka jalan keluarnya bisa dengan cara menonton dengan cara bergantian.

3. Arbitrasi (Arbitration)

Arbitasi adalah bentuk akomodasi yang dilakukan ketika pihak yang sedang berselisih tidak bisa mencapai kompromi dan membutuhkan pihak ketiga maka dilakukanlah arbitrasi. Pemilihan pihak ketiga dapat ditunjuk oleh kedua belah pihak ataupun dapat dengan badan yang mempunyai wewenang membantu perselisihan tersebut. Contoh dari arbitrasi yaitu, perselisihan antar karyawan dengan perusahaan sehingga untuk menyelesaikan masalahnya diselesaikan oleh serikat buruh ataupun Departemen Tenaga Kerja. Contoh lain dari arbitrasi yaitu penyeselaian masalah sengketa Irian Barat pada tahun 1963.

Artikel Terkait:

4. Mediasi (Mediation)

ads

Bentuk akomodasi selanjutnya yaitu mediasi. Mediasi adalah bentuk akomodasi yang mirip dengan arbitrasi. Bedanya mediasi dengan arbitrasi yaitu pihak ketiga pada mediasi bersikap netral tidak memihak ke pidah manapun. Selain bersikap netral pihak ketiga pada mediasi tidak berwewenang untuk memberikan keputusan penyelesaian dari konflik yang terjadi antara kedua belah pihak tersebut.

Contoh dari mediasi yaitu PBB membantu menyelesaikan konflik antara Indonesia dengan Belanda. Selain itu contoh dari mediasi yaitu mediasi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendamaikan faksi yang mempunyai perselisihan di Kamboja, pada kasus ini Indonesia menjadi pihak ketiga dan berperan sebagai fasilitator  yang membantu dalam menyelesaikan perselisihan tetapi tidak ikut memberikan keputusan dalam perselisihan ini.

5. Konsiliasi (Conciliation)

Konsiliasi adalah bentuk akomodasi yang mempunyai tujuan menyatukan keinginan dari tiap pihak dengan hasil akhir mendapakan kesepakatan bersama. Bentuk akomodasi ini lebih bersifat lembut, selain itu dapat membuka kesempatan kepada pihak yang mempunyai konflik untuk melakukan asimilasi. Dalam konsiliasi ini diperlukan pihak ketiga yang besikap netral. pihak ketiga ini dapat seseorang, jenis lembaga sosial , ataupun siapa yang disetujui oleh kedua belah pihak yang berselisih. Biasanya konsiliasi diupayakan sebelum suatu konflik masuk ke pengadilan. Jika konflik tersebut mendapatkan kesepakatan maka konflik tersebut dinyatakan selesai, akan tetapi jika tidak menemukan kesepakatan maka akan dilanjur ke pengadilan.

6. Toleransi (Toleration)

Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghari setiap perbedaan yang ada pada masyarakat. Dalam bentuk akomodasi ini, pihak yang berselisih harus bisa saling menghargai satu sama lain. Toleransi terjadi tanpa persetujuan resmi, terkadang toleransi terjadi dengan tidak direncanakan karena adanya keinginan dari setiap belah pihak untuk menghindari perselisihan yang bisa merugikan kedua belah pihak tersebut. Contoh dari toleransi yaitu menghormati setiap perbedaan yang ada baik itu agama, keragaman suku bangsa dan budaya , adat, tradisi, ataupun perbedaan yang lainnya.

7. Statemate 

Statemate yaitu bentuk akomodasi dimana ketika setiap pihak sedang berselisih mempunyai kekuatan yang sama atau seimbang. Sehingga pada akhirnya perselisihan itu berhenti pada suatu keadaan dimana kedua pihak tersebut tidak dapat maju ataupun mundur. Contoh dari statemate adalah Perang dingin antara Amerika dengan Uni soviet, perselisihan antara Blok Barat dan Blok Timur Eropa itu berhenti dengan sendirinya tanpa adanya pihak mana yang kalah ataupun yang menang.

8. Ajudikasi (adjudication)

Bentuk akomodasi selanjutnya yaitu ajudikasi. Ajudikasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan konflik ataupun sengketa melalui jalur hukum atau pengadilan. Contoh dari ajudikasi yaitu kasus persengketaan yang diselesaikan di pengadilan, contoh lainnya sidang perceraian, sidang pidana, sidang perdata.

9. Displacement 

Displacement yaitu bentuk akomodasi yang cara penyelesaian perselisihannya yaitu dengan cara mengalihkan perhatian pada objek bersama. Contohnya seperti adanya perselisihan sengketa Indonesia – Australia mengenai ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif), konflik sengketa ini berakhir dengan adanya pembagian eksploitasi dan ekplorasi. Perselisihan ini awalnya terjadi karena keberadaan sumber daya alam. (baca juga:Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya)

10. Konversi (Convertion)

Sponsors Link

Bentuk akomodasi yang terakhir yaitu konversi. Konversi adalah bentuk akomodasi yang cara penyelesaian perselisihannya dengan menjadikan salah satu pihak harus mengalah dan dapat menerima kemenangan pihak lain. Contoh dari konversi yaitu ketika 2 keluarga berselisih karena adanya perbedaan prinsip diantara mereka, dan ketika anak dari mereka saling jatuh cinta hingga akhirnya harus menikah, maka orangtua harus mengalah demi anak melupakan sikap permusuhan dan bersedia menerima pernikahan anak-anaknya.

Tujuan dan Hasil Akomodasi

Akomodasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya :

  • Dengan adanya akomodasi maka diharapkan dapat mengurangi perselisihan baik itu orang per orang, kelompok dengan kelompok, ataupun bentuk perselisihan lainnya yang disebabkan karena adanya perbedaan paham
  • Memungkinkan terjadinya kerjasama dalam lingkungan masyarakat yang tadinya terpisah menjadi bekerja sama, menghindari sistem kasta agar tidak ada yang namanya kalangan bawah dan kalangan atas
  • Mampu mencegah meledaknya suatu konflik baik itu untuk sementara ataupun secara temporer
  • Tujuan lain dari akomodasi yaitu mengusahakan peleburan antar kelompok sosial yang tadinya terpisah dengan melalui perkawinan campuran, ataupun asimilasi secara arti luas.

Dengan adanya tujuan akomodasi, maka hasil yang diharapkan diantaranya sebagai berikut:

  • Akomodasi dapat membuka jalan menuju asimilasi
  • Adanya integrasi masyarakat
  • Menekan oposisi
  • Dapat mengkoordinasi setiap kepribadian yang pastinya berbeda
  • Adanya perubahan dalama kedudukan
  • Adanya perubahan dari lembaga kemasyarkatan agar menjadi sesuai dengan keadaan baru

Jadi akomodasi itu sangat penting bagi manusia. Dengan adanya akomodasi maka akan membantu kita dalam menyelesaikan berbagai macam konflik dengan berbagai cara dari cara berdamai maupun hingga ke jalur pengadilan. Sekian pembahasan mengena pengertian dan jenis-jenis akomodasi ini, semoga bermanfaat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Thursday 15th, June 2017 / 05:19 Oleh :
Kategori : Sosiologi