Sponsors Link

5 Contoh Struktur Sosial Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sponsors Link
Struktur sosial merupakan tatanan ataupun susunan sosial yang mana membentuk kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam lingkup masyarakat. Struktur sosial dapat memiliki bentuk horizontal maupun vertikal pada susunannya. Contoh struktur sosial dalam kehidupan sehari-hari berbentuk horizontal misalnya ada kelompok pria dan wanita, kelompok tua dan muda, kelompok orang-orang beragama mulai dari Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Budha, dan lainnya.
Struktur sosial sendiri muncul dikarenakan adanya 2 unsur di dalamnya, yaitu:
  • Individu, yang dimaksud adalah pembentuk masyarakat serta struktur sosial. Jika tidak terdapat individu di dalamnya sebuah lingkungan maka tentu saja tidak ada masyarakat di dalamnya.
  • Interaksi, interaksi yang terjadi diantara individu yang ada di dalam masyarakat membentuk struktur sosial. Tidak adanya interaksi yang ada di dalam masyarakat maka tentu saja struktur sosial tidak akan terbentuk di dalam nya. (baca juga: Ciri-Ciri Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi)

Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

ads

Ciri-ciri nya masing masing dari kelompok tersebut tidak bertingkat, yang artinya di dalam masyarakat memiliki kedudukan yang sama. Sedangkan contoh dari struktur sosial yang berbentuk vertikal adalah kelompok orang kaya dan miskin, pada hal ini jelas terdapat perbedaan kedudukan di dalam masyarakat. Orang kaya memiliki tempat yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang miskin, sebagai berikut pengertian struktur sosial menurut para ahli:

  • Selo Soemardjan & Soelaiman Soemardi, struktur sosial merupakan keseluruhan jalinan yang terjadi antara unsur sosial pokok meliputi norma sosial, lembaga sosial, kelompok sosial, hingga lapisan sosial. (baca juga: Jenis Pengendalian Sosial)
  • Abdul Syani, struktur sosial merupakan sebuah tatanan sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat yang mana merupakan jaringan unsur sosial pokok. (baca juga: Pembagian Wilayah Waktu Di Indonesia)
  • Soerjono Soekanto, struktur sosial merupakan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan pilihan serta keputusan yang ada di dalam hubungan-hubungan sosial. Struktur sosial disini mengacu kepada hubungan dasar. Selain itu, hubungan itu nantinya akan memberikan bentuk dasar dari pola kehidupan masyarakat yang mana memberikan batas pada tindakan yang ada yang sifatnya kelompok atau organisasi.
  • Flirth, struktur sosial adalah pergaulan hidup individu yang mana meliputi berbagai macam tipe kelompok yang terjadi dikarenakan banyak orang serta lembaga yang mana orang orang tersebut ada di dalamnya. (baca juga: Permasalahan Hukum Di Indonesia)
  • D. Hendropuspito, struktur sosial merupakan penempatan dari nilai sosial-budaya serta organ-organ masyarakat yang berada di posisi yang dianggap sesuai agar berfungsi organisme dari masyarakat sebagai suatu keseluruhan serta demi kepentingan dari masing masing bagian untuk jangka waktu cukup lama.
  • George C. Homans, struktur sosial adalah hal yang mempunya kaitan erat dengan perilaku sosial dasar yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. (baca juga: Keragaman Suku Bangsa dan Budaya)
  • Radclife-Brown, struktur sosial merupakan suatu rangkaian yang cukup kompleks yang berasal dari relasi-relasi sosial yang mana berwujud di dalam suatu masyarakat. Sehingga struktur sosial meliputi relasi sosial yang ada di antara individu serta perbedaan individu dan kelas sosial yang berdasar pada peranan sosialnya masing-masing. (baca juga: Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang Primer)
  • Evans Pritchard, struktur sosial adalah relasi-relasi yang tetap serta menyatukan kelompok sosial lainnya pada kesatuan yang lebih luas.
  • Beattie, struktur sosial merupakan bagian atau unsur yang ada di dalam masyarakat yang tersusun teratur yang berguna untuk membentuk sebuah kesatuan yang sistematik. (baca juga: Cara Mengatasi Masalah Persebaran Penduduk)
  • Raymond Firth, konsep struktur sosial adalah analytical tool (alat analisis) yang mana dapat diwujudkan untuk membantu memahami mengenai tingkah laku manusia yang ada di dalam kehidupan sosial. (baca juga: Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya)
  • George Simmel, struktur sosial merupakan kumpulan individu dengan pola perilaku nya.
  • Willian Kornblum, struktur sosial merupakan susunan yang bisa terjadi dikarenakan adanya pengulangan pola dari perilaku individu.

Baca juga:

Fungsi Struktur Sosial

Pada masyarakat dengan kebudayaan primitif, struktur sosialnya lebih mudah diketahui coraknya dikarenakan pengamat dapat mudah membuat rekontruksi yang berasal dari struktur sosial berdasar pada kesederhanaan peranan dan pola status yang bersumber dari jumlah serta keanekaragaman pranata yang terbatas. Sedangkan dalam masyarakat kompleks, struktur sosial memang tidak mudah direkonstruksi sehingga peneliti yang belum memiliki pengalaman memang sedikit kebingungan karena masing-masing memiliki struktur sosial yang keseluruhannya menunjukkan keanekaragaman, sebagai berikut beberapa fungsinya:

Sponsors Link

  • Fungsi identitas, yaitu struktur sosial memiliki fungsi sebagai penegas dari identias yang sudah dimiliki sebuah kelompok. Kelompok yang di dalamnya berisikan anggota dengan kesamaan latar belakang, ras, budaya, sosial, dan lainnya yang dapat digunakan untuk mengembangkan struktur sosial tersebut dan menjadi pembeda dari kelompok lainnya yang ada di masyarakat.
  • Fungsi kontrol, yaitu struktur sosial memiliki fungsi yang digunakan untuk mengontrol indvidu-individu yang ada pada struktur sosial. Dengan kehadiran struktur sosial, akan menurunkan resiko pelanggaran yang mungkin saja akan dilakukan oleh masyarakat. (baca juga: Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia)
  • Sebagai fungsi dari pembelajaran, yaitu struktur sosial digunakan sebagai pembelajaran bagi individu melalui interaksi yang terjadi di dalam lingkungan.Banyak hal yang dapat dipelajari dari struktur sosial yang ada di dalam masyarakat, mulai dari sikap, kepercayaan, kedisiplinan, hingga kebiasaan. (baca juga: Hambatan Perdagangan Internasional)
  • Sebagai dasar dari penanaman kedisiplinan yang diperuntukkan setiap individu di dalam kelompok masyarakat. (baca juga: Manfaat Perdagangan Internasional)

Elemen Pembentuk Struktur Sosial dan Contohnya

Pembentuk dari struktur sosial yang ada di dalam masyarakat tergantung dari elemen-elemen yang membentuknya. Setiap elemen ini akan berkaitan erat hubungannya sehingga harus dipenuhi. Elemen-elemen pembentuk dari struktur sosial antara lain adalah:

  • Status Sosial

Status sosial merupakan kondisi atau posisi individu yang berada di dalam masyarakat, meliputi kseluruhan dari posisi sosial yang dimilikinya di dalam kelompok masyarakat. Mulai dari yang paling rendah sampai paling tinggi. Status sosial sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Ascribed Status

Yaitu status sosial yang didapatkan dengan sendirinya atau dapat dikatakan otomatis didapatkan dari faktor keturunan. Status tersebut didapatkan dengan memungkinkan individu untuk bersikap pasif. Seseorang bisa memiliki status tersebut tanpa harus berusaha ataupun berjuang melakukan apapun. Contohnya adalah misal jika ada seorang bangsawan maka keturunannya akan menjadi bangsawan pula, yang mana akan mendapatkan kehormatan pula dari masyarakat lainnya dikarenakan status sosial yang diwariskan kepadanya dari orang tua. (baca juga: Peninggalan Sejarah Hindu Budha)

2. Achieved Status

Yaitu merupakan status yang didapatkan dengan ataupun melalui sebuah usaha yang dilakukan secara sengaja terlebih dahulu. Untuk mendapatkan status ini, diperlukan perjuangan yang cukup panjang bahkan memerlukan pengorbanan dan bersifat lebih terbuka untuk siapapun saja. Namun juga tergantung dari kemampuan yang dimiliki masing-masing saat mengejar serta mencapai segala tujuan yang diinginkannya. Contoh: seseorang yang ingin menjadi sarjana, tentu akan melalui perjalanan panjang terlebih dahulu sebelum mencapai tujuannya. Seorang yang akan menjadi sarjana akan berusaha keras dalam memperoleh gelarnya. Tingkat pendidikan yang dilalui dalam masa yang cukup panjang ini harus dilalui agar dapat mencapainya dibutuhkan pengorbanan yang cukup besar pada tenaga, waktu, biaya hingga pikiran. (baca juga: Alat Komunikasi Zaman Sekarang)

ads

3. Assigned Status

Yaitu status yang mana diberikan oleh masyarakat sebagai bentuk dari tanda penghargaan atas jasa yang dilakukannya. Pada dasarnya status yang didapatkannya tersebut dikarenakan dari status yang diperolehnya terlebih dahulu. Contoh: seorang Pahlawan disebut dan dihargai sebagai pahlawan bukan tanpa alasan namun dikarenakan jasa dari perjuangan yang telah dilakukannya. Untuk menjadi seorang pahlawan, tentu saja seorang tersebut harus berjuang untuk mencapai status nya tersebut baik dengan pengorbanan jiwa maupun raga. (baca juga: Peran Indonesia di Era Globalisasi)

  • Peran Sosial atau Role

Peran sosial merupakan tingkah laku yang mana diharapkan dilakukan seseorang sesuai dengan status sosial yang dimilikinya. Sehingga nantinya perannya tersebut bisa berfungsi untuk mengatur tingkah laku dari seseorang. Bentuk dari peran sosial tersebut bisa anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: Pak Iman adalah seorang guru, karena status sosial nya adalah guru maka tentu saja pak Iman memiliki peran yang mana berhubungan dengan tugasnya sebagai guru. Peran tersebut tentunya akan berbeda ketika Pa Iman menyandang peran sebagai kepala keluarga. Pak Iman harus mengatur bagaimana kehidupan rumah yang mana berbeda dengan kehidupannya di sekolah. Sehingga individu dapat memiliki berbagai peran sosial yang berbeda meskipun disaat yang bersamaan. (baca juga: Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial)

  • Kelompok Sosial

Kelompok sosial merupakan kumpulan dari orang-orang yang mempunyai kesadaran yang sama terhadap keanggotannya serta saling berinteraksi. Kelompok sosial yang berada di dalam hidup masyarakat tentunya sangat beragam. Di dalam kehidupan masyarakat, tentunya terdapat ciri dan warna tersendiri yang menjadi pembeda dengan kelompok lainnya. Kelompok sosial tidak bisa anda pahami hanya dengan melihat perbedaan dari kualitas serta ciri anggota kelompoknya saja. Kelompok sosial dapat dipahami dengan cara struktur yang berada di dalamnya sebagai kesatuan yang utuh. Orang orang yang ada di dalamnya dan menjadi anggota kelompok haruslah taat kepada norma ataupun kaidah sosial yang berlaku di dalamnya. Sehingga masing-masing anggota kelompok nantinya akan mencerminkan kepentingan dari kelompoknya tersebut. (baca juga: Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam)

  • Institusi (Lembaga Sosial)

Merupakan pola yang terintegrasi yang berasal dari kepercayaan serta perilaku yang dipusatkan kepada kebutuhan dasar sosial. Melalui instusi, struktur sosial yang ada di dalam masyarakat akan terlihat serta akan menjadi aspek yang fundamental. (baca juga: Perbedaan Pasar Modern dan Pasar Tradisional)

Klasifikasi Struktur Sosial Dalam Masyarakat

Dalam kelompok masyarakat yang lebih kompleks, dapat ditandai dengan kompleks atau beraneka ragamnya status dan peranan, sistem pengorganisasian wilayah serta sistem kekerabatan yang mana tidak lagi dapat memenuhi segala kebutuhan yang digunakan untuk pengaturan kegiatan sosial masyarakatnya yang mana dapat menjamin terwujudnya ketertiban sosial, sebagai berikut klasifikasi struktur sosial sebagai berikut:

1. Struktur Permanen dan Dinamis

Struktur permanen mempunyai sifat yang tidak dapat diubah, sedangkan pada struktur dinamis mempunyai pola yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan yang ada. (baca juga: Fungsi Bahasa Daerah)

2. Struktur Formal dan Informal

Struktur formal atau resmi adalah struktur yang mempunyai pengakuan oleh pihak-pihak yang memiliki wewenang berdasar pada hukum yang berlaku. Sedangkan struktur informasi mempunyai struktur yang benar-benar ada dan mempunyai fungsi bagi masyarakat. Namun struktur ini tidak ada pengakuan dari pihak yang berwenang terhadapnya. Serta secara otomatis tidak ada payung hukum yang melindunginya. (baca juga: Batas Wilayah Laut Indonesia)

3. Struktur Homogen dan Heterogen

Struktur homogen merupakan struktur sosial yang mempunyai beberapa unsur yang berpengaruh sama pada dunia luar. Sedangkan struktur heterogen merupakan struktur sosial yang beberapa dari unsur nya memiliki perbedaan kedudukan dan peluang. Perbedaan ini misalnya saja pada kelompok sendiri atau kelompok orang lainnya. (baca juga: Bentuk Penyimpangan Sosial)

4. Struktur Mekanis dan Statistik

Struktur mekanis merupakan struktur yang mempunyai tuntutan pada persamaan posisi yang berasal dari setiap anggotanya agar mampu memainkan peranan serta fungsinya dengan baik. Sedangkan struktut statistik adalah struktur sosial yang mampu berfungsi dengan baik jika semua persyaratan yang berhubungan dengan perihal jumlah setiap anggota sudah terpenuhi dengan baik. (baca juga: Peran Dunia Internasional Dalam Konflik Indonesia Belanda)

Sponsors Link

5. Struktur Atas dan Bawah

Struktur atas secara umumnya ditempati oleh golongan orang orang yang mempunyai wewenang dan kekuasaan dalam bidang tertentu semisal ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lainnya. Struktur bawah merupakan sebuah tempat yang ditempati segolongan masyarakat dengan taraf hidup kelas menengah ke bawah. (baca juga: Contoh Hidup Rukun)

Contoh Dari Struktur Sosial Dalam Keluarga dan Masyarakat

Contoh struktur sosial dalam kehidupan sehari-hari yang ada di lingkup keluarga, dapat anda lihat saat kondisi di meja makan. Saat waktu makan bersama keluarga misalnya, tentu adanya pengaturan kursi-kursi yang diperuntukkan untuk memperlihatkan perbedaa dari status anggota keluarga yang ada. Ayah sebagai kepala keluarga akan ada di bagian kepala meja, dan lainnya berada di samping. Begitupun saat memulai waktu makan, ayah terlebih dulu lah yang akan menyendok makanan terlebih dahulu. Keteraturan dari situasi sosial saat makan bersama inilah yang dapat anda lihat dari urutan urutan yang terjadi saat pengambilan makanan, dan berikut beberapa contoh corak dari struktur sosial dalam keluarga dan masyarakat:

  • Corak struktur sosial yang ada di dalam masyarakat memang beragam, ada yang sederhana dan ada pula yang begitu kompleks.
  • Ada yang sumbernya telah ditentukan coraknya melalui sistem kekerabatan, sistem pelapisan sosial, sistem ekonomi, dan lainnya.
  • Didalam ilmu antropologi, telah dijelaskan jika sejumlah masyarakat terbagi ke beberapa golongan, ada yang berkebudayaan primitif dengan hidupnya di dalam kesatuan atau kelompok kecil serta memiliki serangkaian aturan yang digunakan untuk mengorganisasi kegiatan masyarakat.
  • Di dalam kelompok masyarakat seperti ini, kelompok kerabat serta aturan yang ada di dalam kekerabatannya tersebut menjadi hal yang sangat penting.
  • Sedangkan dalam masyarakat yang jumlah anggotanya banyak dan beragam status dan peranan, yang dibutuhkan tidak hanya peraturan yang berdasar pada sistem kekerabatan namun juga pada sistem pengorganisasian wilayah untuk kegiatan sosial masyarakatnya. (baca juga: Pengertian Piramida Penduduk)

Nah itu tadi penjelasan mengenai contoh struktur sosial dalam kehidupan sehari-hari. Struktur sosial seringkali terjadi pada kehidupan sehari hari, tak hanya pada lingkungan keluarga, teman, ataupun kerabat namun juga masyarakat luas. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Sunday 13th, August 2017 / 12:42 Oleh :
Kategori : Sosiologi