Sponsors Link

16 Contoh Pengendalian Sosial Preventif Dalam Masyarakat

Sponsors Link

Tentunya setiap masyarakat menginginkan jika kehidupan yang dijalaninya berjalan dengan damai, teratur, dan tentram. Untuk menjaga agar tetap dalam kondisi tersebut, maka tentunya saja harus terdapat sistem yang bisa mengatur segala tingkah laku serta perilaku agar dapat mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini lah pentingnya sebuah pengendalian sosial di dalam lingkup masyarakat. (baca juga: Peran lembaga Pendidikan)

ads

Pengendalian sosial adalah proses yang memiliki tujuan supaya masyarakat bisa untuk terdapatdi dalamnya dapat mematuhi segala perintah norma dan bentuk nilai sosial yang ada dan berlaku di masyarakat tersebut. Dengan adanya pengendalian sosial, maka akan tercipta masyarakat serta kehidupan yang teratur. Di dalam lingkungan masyarakat yang teratur, tentunya saja setiap warganya kan menjalankan perannya sesuai dengan harapan dari masyarakat. (baca juga: Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia)

Tujuan dan Fungsi Adanya Pengendalian Sosial di Masyarakat

Tujuan dari adanya pengendalian sosial sendiri adalah agar masyarakat dapat melaksanakan segala kewajiban yang dimilikinya dengan baik serta menikmati hak-hak nya. Sehingga nantinya ketenangan serta keamanan pun bisa dirasakan. Roucek, yang merupakan seorang ahli menyatakan jika pengendalian sosial adalah sebuah istilah yang mana memiliki acuan pada proses dimana individu tersebut dianjurkan, dibujuk, hingga dipaksa untuk bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan serta nilai hidup yang ada di dalam kelompoknya. (baca juga: Contoh Struktur Sosial)

Selain itu, pengendalian sosial juga memiliki tujuan pada masyarakat yang ada di dalamnya antara lain adalah:

  • Agar masyarakat dapat mematuhi nilai serta norma-norma sosial yang ada di dalam masyarakat. Pengendalian sosial diciptakan dengan tujuan agar orang orang yang melakukan penyimpangan pada nilai dan norma sosial bisa patuh dan tunduk pada nilai dan norma sosial tersebut.
  • Terciptanya keserasian dan kenyamanan yang ada di dalam masyarakat. Dengan adanya pengendalian sosial, akan tercipta situasi yang tentram di dalam masyarakat jika pengendalian sosial memang benar benar dapat dijalankan. Hadirnya pengendalian sosial membuat pelaku-pelaku penyimpangan sosial akan takut untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan di dalam masyarakat. (baca juga: Kenampakan Alam)
  • Agar pelaku penyimpangan sosial dapat kembali mematuhi aturan dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Adanya pengendalian sosial diharapkan agar masyarakat dapat menjalani seluruh nilai dna norma yang ada baik tertulis maupun tidak. Jika terjadi penyimpangan, maka tentu saja sanksi yang akan didapatkannya.

Berikut ini beberapa fungsi dari pengendalian sosial, antara lain adalah:

  • Menguatkan iman serta keyakinan dari masyarakat kepada suatu nilai, norma sosial, serta agama yang ada. (baca juga: Ciri Ciri Struktur Sosial)
  • Mengembangkan rasa ketakutan dari dalam diri sendiri agar tidak melakukan sesuatu perbuatan yang bisa beresiko serta melanggar aturan yang ada.
  • Memberikan imbalan untuk warga yang mematuhi segala norma-norma yang ada. (baca juga: Masalah Negara Berkembang)
  • Menimbulkan rasa takut kepada masyarakat agar tidak melakukan bahkan menghindari segala perbuatan yang menyimpang.
  • Menciptakan sistem hukum yang di dalamnya berisikan aturan yang disusun resmi dan disertai dengan sanksi-sanksi. (baca juga: Kegiatan Ekonomi Di Indonesia)

Baca juga:

Bentuk-bentuk Sifat Pengadilan Sosial di Masyarakat

Sponsors Link

Dengan adanya pengendalian sosial ini tentu saja diharapkan agar masyarakat dapat mematuhi segala peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat agar tercipatnya lingkungan yang damai dan sejahtera Berdasarkan sifatnya, jenis pengendalian sosial terbagi menjadi 2 jenis antara lain adalah:

  • Pengendalian Sosial Prenventif

Bentuk dari pengadilan sosial berbentuk preventif yang salah satunya merupakan untuk melakukan pencengahan terjadinya suatu penyimpangan dalam sosial yang sering terjadi dalam kehidupan masyakarat. Selain itu sebelum menuju ke arah penyimpangan akan dilakukan proses pengendalian. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Pengendalian preventif ini bisa dilakukan melalui pendidikan, entah itu di dalam lingkup keluarga, sekolah, hingga masyarakat. (baca juga: Peninggalan Zaman Logam)

  • Pengendalian Sosial Represif

ads

Pengendalian sosial represif merupakan jenis pengendalian sosial yang mana dilakukan masyarakat, namun setelah penyimpangan sosial tersebut terjadi di masyarakat. Cara untuk menerapkan pengendalian sosial ini dapat dilakukan dengan memberikan tindakan serta menjatuhi hukuman bagi pelaku-pelaku penyimpangan sosial. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pelaku dapat menyadari kesalahan yang dilakukannya dan kembali ke jalan yang sebenarnya. Pengendalian ini tentunya harus dilakukan dengan tegas sehingga dapat memberikan efek jera bagi pelaku-pelakunya. Misalnya saja dengan memberikan hukuman mati bagi orang yang terpidana kasus pembunuhan. (baca juga: Penyebab Terjadinya Konflik Sosial)

Contoh Dari Pengendalian Sosial Preventif di Masyarakat

Kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengendalian sosial preventif. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jenis pengendalian sosial ini memang dilakukan sebelum penyimpangan sosial itu terjadi. Pengendalian sosial preventif dapat diajarkan melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berikut ini beberapa contoh dari pengendalian sosial preventif yang ada di masyarakat. (baca juga: Syarat Terjadinya Interaksi Sosial)

1. Lingkungan Keluarga

Pengendalian sosial preventif dapat diajarkan melalui lingkungan keluarga. Tentu saja peran orang tua menjadi hal yang cukup berperan di dalam pendidikan pengendalian sosial preventif. Berikut ini beberapa contoh pengendalian sosial preventif di dalam lingkungan keluarga:

  • Ayah yang menasehati anaknya agar dapat menghormati orang tua dan orang yang lebih tua. Sehingga anak bisa bersikap lebih sopan santun kepada orang tua dan orang lainnya. (baca juga: Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam)
  • Memberikan teguran ketika anak pulang terlalu larut malam ke rumah tanpa alasan yang jelas. Hal ini dilakukan agar anak bisa menaati peraturan yang sudah diterapkan di dalam rumah. Selain itu, hal ini juga bisa mencegah anak untuk masuk ke dalam hal-hal yang negatif seperti seks bebas, minuman keras, narkoba, dan lainnya. (baca juga: Pengertian Perubahan Kebudayaan)
  • Orang tua mengajarkan pendidikan agama kepada anak. Seperti yang anda ketahui pendidikan agama dapat menjadi pondasi bagi kehidupan seseorang agar terhindari dari hal-hal yang sekiranya berdampak negatif dalam kehidupan. (baca juga: Faktor Pendorong Mobilitas Sosial)
  • Orang tua memberikan sanksi kepada anak karena tidak mengerjakan tanggung jawabnya di rumah. Hal ini dilakukannya agar anak bisa lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap segala kewajibannya.

2. Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah juga menjadi tempat untuk mengajarkan pendidikan mengenai pengendalian sosial preventif. Disini peran guru, kepala sekolah, wali kelas dan lainnya akan sangat penting. Berikut ini beberapa contoh dari pengendalian sosial preventif yang terjadi di dalam lingkungan sekolah.

  • Adanya pelajaran PPKN yang diperuntukkan untuk murid-murid yang mana menjelaskan mengenai peraturan dasar nilai serta norma sosial yang diterapkan di dalam masyarakat. Sehingga membuat murid-murid nantinya dapat berperilaku yang sesuai dengan aturan aturan di lingkungan masyarakat sosial. (baca juga: Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal)
  • Guru menasehati muridnya yang ketahuan menyontek, hal ini dilakukannya agar murid-murid tidak terbiasa untuk melakukan kecurangan dalam hal apapun. (baca juga: Dampak Kepadatan Penduduk)
  • Guru menasehati murid-muridnya untuk selalu belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jika nasihat tersebut didengarkan serta dilaksanakan dengan baik maka akan membuat siswa bisa menguasai pelajaran tersebut. Perannya sebagai pelajar juga bisa dilakukannya dengan baik.
  • Guru BK memberikan nasehat kepada seluruh murid mengenai bahayanya narkoba. Sehingga murid-murid bisa menghindari penggunaan narkoba yang membahayakan dan merusak masa depan. (baca juga: Pengertian Masyarakat Multikultural)

3. Lingkungan Masyarakat

Sponsors Link

Nah beberapa contoh pengendalian sosial preventif yang terjadi, baik di lingkungan keluargam sekolah, hingga yang terjadi di lingkungan sosial masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat dapat menghindari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lingkungan sosial. Inilah beberapa contoh yang bisa kalian ketahui dalam lingkungan masyarakat:

  • Adanya polisi SATLANTAS yang ditempatkan di beberapa titik-titik tertnetu di jalan setiap harinya bertugas untuk menyadarkan masyarakat mengenai tata tertib lalu lintas di jalanan. Semisal menggunakan helm berstandar serta berkendara yang aman. Jika polisi hanya bergerak di saat terjadi kecelakaan ataupun pelanggaran saja, maka hal tersebut bukanlah pengendalian preventif. Yang polisi lakukan ini adalah tindakan pencegahan sekaligus ancaman kepada masyarakat lainnya agar menaati peraturan lalu lintas. (baca juga: Hambatan Perdagangan Internasional)
  • Penyuluhan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan setempat terkait bahayanya penggunaan narkoba. Sehingga membuat masyarakat sadar dan paham serta menjauhi lingkungan narkoba dan sejenisnya. Yang dilakukan oleh pemerintah setempat ini agar mencegah warganya masuk dan terjerat ke dalam narkoba. (baca juga: Contoh Kebutuhan Pokok Manusia Sehari-hari)
  • Polisi memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya berkendara dengan perlengkapan yang lengkap serta berkendara aman. Sehingga mencegah terjadinya resiko kecelakaan saat berada di jalanan. (baca juga: Dampak Positif dan Negatif Urbanisasi)
  • BNN bekerja sama dengan masyarakat untuk memerangi narkoba di dalam lingkungan sosial agar semakin berkurang pengguna dan pengedar narkoba yang beredar.

4. Pola Pengendalian Sosial

Di dalam lingkungan masyarakat, terdapat 4 pola pengendalian sosial yang dilakukan, yaitu antar kelompok, kelompok kepada anggota, individu kedapa idnividu, serta individu kepada kelompok, sebagai berikut:

  • Pengendalian kelompok kepada kelompok, pengendalian ini dilakukan bila suatu kelompok sedang mengawasi kelompok lainnya. Misalnyas aja BNN yang sedang mengawasi kelompok yang anggotanya pengguna narkoba.
  • Pengendalian kelompok kepada anggota-anggotanya, pengendalian ini dilakukan bila suatu kelompok sudah menentukan perilaku dari anggota anggota di dalamnya. Misalnya saja, pihak sekolah yang mendata murid-murid yang terlambat ke sekolah di hari pertama.
  • Pengendalian individu kepada kelompok, pengendalian ini dilakukan jika seseorang menginginkan agar kelompok yang ada tersebut sesuai dengan keinginannya ataupun masyarakat.
  • Pengendalian individu kepada individu lainnya, pengendalian ini terjadi bila individu ingin melakukan pengawasan kepada individu lainnya, semisal ayah yang sedang mengawasi anak anaknya.

Nah itu tadi beberapa contoh-contoh pengendalian sosial preventif yang ada di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda. Tentu saja keberadaan pengendalian sosial preventif ini cukup penting karena berpengaruh pada ketentraman dan kedamaian masyarakat di dalamnya.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Tuesday 22nd, August 2017 / 07:29 Oleh :
Kategori : Sosiologi