Sponsors Link

20 Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional dan Modern

Sponsors Link

Masyarakat adalah sekumpulan orang atau individu yang mendiami suatu wilayah tertentu dalam negara (bisa wilayah yang luas atau terbatas) dan mempunyai sistem sendiri.  Sistem dalam masyarakat yang satu dengan lainnya biasanya bebeda-beda.

ads

Berdasarkan dengan sifat dan ciri-ciri masyarakat tradisional yang terdapat dalam sistemnya, masyarakat dibedakan menjadi dua, yaitu masyarakat tradisional dan masyarakat modern.  Di bawah ini akan dibahas ciri-ciri-ciri masyarakat tradisonal dan masyarakat modern.

Masyarakat Tradsional

Masyarakat tradisional adalah kelompok masyarakat yang dalam kehidupan sehari-harinya masih memegang teguh nilai-nilai leluhur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi. Nilai-nilai leluhur yang dimaksud bisa berupa adat istiadat, norma dalam kehidupan masyarakat, dan tradisi-tradisi yang dimiliki.

Ciri-ciri masyarakat tradisional antara lain :

1. Jumlah Anggota Masyarakat Sedikit

Masyarakat tradisional biasanya berada pada daerah tertentu dengan wilayah yang terbatas. Oleh karena itu masyarakat ini jumlahnya sedikit. Namun, jumlahnya yang sedikit menyebabkan mereka saling kenal satu sama lain, hubungan dan keterikatan dalam masyarakat sangat tinggi, rasa kebersamaan yang melahirkan semangat saling membantu, dan kasih sayang lebih dominan.

2. Mayarakat Bersifat Homogen (Serba Sama)

Karena berada dalam wilayah tertentu, otomatis hampir semua golongan dalam masyarakat ini memiliki mata pencaharian, keturunan, dan tradisi yang sama. Sesuatu yang berbeda menurut mereka akan dianggap merusak tatanan kehidupan dan nilai-nilai leluhur. (baca juga: Disintegrasi Sosial)

3. Masyarakatnya Tertutup

Untuk menjaga agar tidak terjadi perusakan nilai-nilai leluhur dan perubahan, masyarakat tradisional bersifat tertutup. Mereka selalu menjaga agar tidak ada nilai-nilai asing yang masuk dan menjaga fungsi kebudayaan masyarakat. Kebudayaan dan teknologi asing yang masuk selalu dicurigai akan merusak tatanan kehidupan mereka. Bahkan, orang baru yang datang memasuki wilayah mereka juga diwaspadai.

4. Mobilitas / Pergerakannya Rendah

Hal ini sesuai dengan sifat masyarakat yang tertutup. Agar tidak terjadi perubahan, masayrakat ini enggan keluar dari daerahnya. Mereka merasa tempat yang paling aman dan nyaman adalah daerah atau masyarakat mereka sendiri. Mobilitas masyarakat yang masuk daerah mereka pun dibatasi.

5. Bersifat Agamis

Agama dan kepercayaan adalah salah satu nilai leluhur yang diwariskan masyarakat tradisional. Maka, dalam kehidupannya sehari-hari masyarakatnya bersifat religius atau agamis. Semua kegiatan mereka akan dikaikan dengan agama dan kepercayaan yang ada.

baca juga:

6. Mengutamakan Kepentingan Kelompok

ads

Dengan sifat homogenitas, tertutup, dan jumlah komunitas yang sedikit, masyarakat ini cenderung lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya atau kepentingan masyarakatnya. Kepentingan pribadi pada masyarakat ini harus berdasarkan kepentingan bersama atau kelompok.

7. Adanya Sistem Pewarisan

Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang mewariskan nilai leluhur. Dalam prakteknya, tidak hanya nilai-nilai leluhur yang diwariskan turun temurun. Segala seuatu yang mereka miliki diwariskan turun temurun, termasuk harta. Sehingga golongan masyarakat ekonomi tinggi akan kaya selamanya. (baca juga: Permasalahan Hukum di Indonesia)

8. Menerapkan Aturan yang Ketat

Masyarakat ini juga menerapkan aturan yang ketat bagi setiap pelanggaran nilai-nilai leluhur, norma-norma, dan tradisi yang mereka anut. Siapa saja yang melanggar aturan tersebut akan dikenai sangsi. Sangsi biasanya berupa sangsi sosial yang memiliki efek malu dan jera. Misalnya, sangsi berupa pengucilan dan pengarakan pelaku kesalahan atau pelanggaran keliling kampung.

9. Penggunaan Teknologi Rendah

Karena masyarakat tradisional menutup diri terhadap semua perubahan dan budaya asing, otomatis penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari juga sangat rendah. Mereka masih menggunakan alat-alat tradisional dalam melakukan kegiatan. Keterikatan dengan alam juga sangat tinggi. Contohnya penggunaan kerbau untuk membajak sawah lebih dipilih daripada traktor, walalupun hasilnya lebih cepat dan hemat tenaga.

10. Statis

Masyarakat satis artinya cenderung tidak ada pergerakan ke arah yang lebih maju. Meskipiun ada, pergerakan tersebut akan berjalan sangat lambat.  Hal ini disebabkab karena sifat masyarakat tradisional yang tertutup dan mobilitas rendah.

baca juga:

Masyarakat Modern

Masyarakat modern adalah kelompok masyarakat yang sudah mengalami perubahan dibandingkan dengan masyarakat tradisional. Perubahan tersebut  dapat berlangsung cepat dan terjadi karena adanya dampak globalisasi.

Ciri-ciri masayarakat modern antara lain :

1. Masyarakat Terbuka

Masyarakat modern umumnya lebih terbuka, lebih mudah menerima pendapat orang lain, kebudayaan baru, dan teknologi yang baru. Sementara golongan masyarakat dengan ekonomi rendah, akan berada di kelompok itu selamanya. Orang yang tidak mempunyai anak akan dianggap rendah karena tidak mepunyai keturunan yang mewarsisi segala sesuatu dari dirinya.

2. Heterogen

Kondisi masyarakat yang sudah lebih terbuka dengan segala hal yang baru menyebabkan segala sesuatu menjadi lebih heterogen atau beragam. Mata pencaharian masyarakat ini lebih beragam dan tidak lagi tergantung pada kondisi alam. Keturunan masyarakat menjadi lebih heterogen dengan adanya perkawinan dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaan.

3. Ikatan atau Hubungan Dengan Sesama Longgar

Sponsors Link

Masyyarakat modern sudah tidak memiliki hubungan yang kuat antar sesama. Ini disebabkan jumlah masyarakat sudah lebih banyak, sehingga mereka tidak lagi saling kenal. Selain itu, masyarakat sudah tidak lagi homogen, menjadikan rasa kebersamaan semakin berkurang.

4. Individualistis

Masyarakat modern umumnya bersifat individualistis. Artinnya mereka menempatkan segala sesuatu tidak lagi mengutamakan kepentingan kelompok. Kebanyakan masyarakat ini lebih mendahulukan kepentingan diri sendiri dan keluarganya terlebih dahulu dalam melakukan aktivitas. (baca juga: Manfaat Perdagangan Internasional)

5. Objektif

Masyarakat ini dapat mempertimbangkan segala seuatu dengan lebih objektif. Membuat keputusan dengan berbagai pertimbangan. Tidak lagi hanya untuk melestarikan nilai-nilai luhur. Mereka membuat keputusan dan melaksanakannya berdasarkan perpaduan pertimbangan agama dan kepercayaan, prestasi dan penghargaan, dan kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang.

6. Percaya Pada Teknologi

Pada masyarakat modern, kepercayaan terhadap teknologi sangat besar. Semua aktiviats yang dilakukan menggunakan teknologi modern dan serba cepat. Masyarakat ini berpandangan bahwa menjaga, memelihara, dan melaksanakan nilai-nilai merupakan satu upaya agar keharmonisan kehidupan tetap terjaga.

7. Menghargai Prestasi dan Penghargaan

Dengan meningkatnya rasa individualistis pada masyarakat modern, maka prestasi dan penghargaan menjadi tujuan hidup kebaanyakan orang. Apabila salah satu saja nilai-nilai leluhur tidak lagi dilaksanakan, berarti sudah merusak keharmonisan kehidupan.

8. Tidak Peduli Terhadap Lingkungan

Sponsors Link

Berkurangnya keterikatan terhadap alam dan meningkatnya individualitas menyebabkan masyarakat ini tidak pedulu terhadap lingkungan. Mereka tidak peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya, bahkan tidak saling mengenal. Mereka juga tidak peduli terhadap lingkungan alam. Teknologi yang meningkat pesat membuat mereka melupakan akibatnya terhadap lingkungan. Pencemaran air, udara, dan tanah terjadi di mana-mana.

9. Mobilitas Tinggi

Perpindahan dan perubahan masyarakat modern tinggi. Pikiran yang semakin terbuka, membuat mereka selalu ingin mencari sesuatu yang baru. Teknologi transportasi dan komunikasi yang semakin berkembang memudahkan orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dalam waktu yang singkat.

10. Orientasi Masa Kini dan Masa Yang Akan Datang

Orientasi hidup masyarakat modern adalah masa kini dan masa yang akan datang. Nilai-nilai tidak lagi diwariskan. Tetapi mereka berpegang pada nilai-nilai baru yang lebih kekinian. Mereka lebih menerima nilai-nilai yang mengajarkan bagaimana kehidupan di masa kini dan mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang. Meskipun demikian, ada beberapa masyarakat modern yang masih berpegang pada nilai-nilai leluhur yang mengikuti perkembangan zaman. Contohnya masyarakat Jepang.

Demikian tentang ciri-ciri masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Masyarakat tradisional umumnya akan mengalami perubahan ke arah masyarakat modern. Namun seberapa cepat perubahan itu terjadi tergantung pada kondisi masing-masing masyarakat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Thursday 22nd, June 2017 / 07:45 Oleh :
Kategori : Pendidikan